Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers

Berdasarkan survei yang dilakukan Hay Group, bekerja sama dengan Majalah SWA, PT Pertamina (Persero) tampil sebagai perusahaan yang paling diminati para pencari kerja (job seeker). Sementara, PT Telkom Indonesia Tbk. mengekor di posisi kedua. Peringkat selanjutnya dihuni  BCA, Grup Astra, Bank Mandiri, Unilever Indonesia,  Bank Indonesia, Chevron Indonesia, kemudian Google Indonesia dan Indofood. Survei ini menggali minat beserta alasan para pencari kerja (job seeker) dengan memilih tiga perusahaan yang difavoritkannya.

Dalam survei ini, Hay Group mewawancari 1.507 responden dari berbagai latar belakang usia, gender, dari lokasi. Dari sisi gender, responden pria dan wanita masing-masing sebesar 50%. Mayoritas responden beradomisili di Jabodetabek sebanyak 57% dan non Jabodetabek (43%).  Responden berusia 20-25 tahun sebanyak 77%. Sisanya, berumur 26-30 tahun (14 %),  31-35 (7%) , dan 36-40 tahun (2%).  Untuk latar belakang pendidikan, responden dari kalangan mahasiswa 67%, lulusan S1 (22%) dan D3 (10%). Survei ini mewawancarai mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Kristen Indonesia, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), STT Telkom, STSI Telkom, atau Institut Pertanian Bogor (IPB).Survei_EmployeBranding

Hasil survei juga menunjukkan, sebagian besar responden sangat meminati Pertamina karena faktor gaji beserta benefitnya, citra perusahaan dan minat pribadi (personal interest). Wajar Pertamina menjadi  top of mind yang paling tinggi di mata para pencari kerja karena perusahaan berpelat merah ini menawarkan tawaran gaji dan benefit yang menggiurkan dan popularitas perusahaan yang tinggi.

Gaji untuk fresh graduate, misalnya, berkisar Rp 7- Rp 8 juta per bulan, atau naik dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata Rp 6 juta. Pegawai Pertamina juga diberikan insentif dan fasilitas penunjang lainnya. “Seperti bonus, intensif yang disesuaikan dengan performa perusahaan, fasilitas kesehatan, cuti, tunjangan perumahan untuk semua level jabatan dan tunjangan mobil untuk posisi tertentu,” ungkap Dwi W. Daryono, Direktur SDM Pertamina.

Dwi tidak menampik kalau gaji menjadi alasan pencari kerja meminati Pertamina. Namun, ia menggarisbawahi bahwa gaji menjadi urutan terakhir dari empat kriteria diinginkan pegawainya. Survei internal Pertamina bertajuk Employee Value Presposition menyebutkan, kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi faktor utama. “Pertamina memberi  kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan dirinya sesuai  bidangnya,” Dwi menegaskan. Alasan kedua, kesempatan mengembangkan karier. Kemudian, stabilitas organisasi dan gaji. Dwi mengapresiasi hasil survei Employer Branding yang menempatkan Pertamina di posisi paling puncak. Citra Pertamina sebagai perusahaan nasional yang berdaya saing global memicu persepsi positif. Itu adalah buah kerja keras dari transformasi besar-besaran yang diterapkan manajemen perusahaan berpelat merah ini. Rekam jejaknya berangsur-angsur pulih dari citra negatif ke arah positif. Tak heran, kantor Pertamina kebanjiran surat lamaran kerja.

Setiap tahun, lanjut Dwi, jumlah pelamar mencapai 60 ribu orang. Pertamina menyusutkannya ke angka 1.000 hingga 1.500 pelamar sesuai kriteria yang sudah ditetapkan, seperti memenuhi nilai Indeks Prestasi Kumulatif alias IPK. Lalu, calon pegawai yang lolos harus mengikuti delapan tahapan seleksi, seperti  administrasi, tes psikologi, bahasa Inggris, kesehatan, hingga wawancara dengan manajemen. Durasi waktu di tahapan itu sekitar enam bulan.  “Yang terpilih hanya 500 pelamar dari 60 ribu orang itu,” ujar Dwi.

Mereka yang lolos di tahapan ini akan mengikuti program on the job training selama 6-8 bulan dengan didampingi mentor dan ditempatkan di sejumlah unit kerja Pertamina. “Nah, jika mereka lulus di tahapan itu maka bisa langsung diterima sebagai pegawai Pertamina,” kata Dwi. Jika dihitung-hitung, calon pegawai yang ingin menembus Pertamina harus menempuh proses seleksi selama 12 bulan hingga 14 bulan. “Proses penyaringan pegawai di Pertamina memang cukup selektif. Para pelamar berkompetisi sengit agar lolos seleksi,” Dwi menegaskan.

(Reportase: Syukron Ali)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)