Inilah Prediksi Boeing 20 Tahun Mendatang

Produsen pesawat terbang Amerika, Boeing, merilis The Current Market Outlook (CMO). Dalam CMO, Boeing memprediksi pertumbuhan pasar pesawat terbang hingga 20 tahun mendatang. Arus penerbangan komersial akan tumbuh 5% tiap tahun. Arus kargo udara tumbuh diprediksi tumbuh lebih signifikan yaitu 5,2% per tahun.

"Walau penuh ketidakpastian, tahun 2011 Boeing tumbuh 6% dibanding tahun 2010 lalu. Kami berharap tren ini akan berlanjut hingga 20 tahun mendatang dengan pertumbuhan penumpang dunia 5% per tahun," ungkap Randy Tinseth, Vice President of Marketing, Boeing Commercial Airplanes dalam presentasinya, Selasa (3/7) waktu setempat.

CMO yang dirilis Boeing memang menunjukkan optimisme terhadap pasar pesawat terbang. Boeing memprediksi ekonomi dunia akan tumbuh 3,2% melalui Gross Domestic Product (GDP). Prediksi tersebut mengacu pertumbuhan arus lalu lintas udara yang diterbitkan International Civil Aviation Organization (ICAO) sejak tahun 1971 hingga 2011. Ketika disandingkan dengan data pertumbuhan GDP dair IMF, tampak bahwa pertumbuhan GDP selalu diikuti pertumbuhan arus lalu lintas udara.

Sejak 1980, Boeing mengamati pasar pesawat terbang sudah tumbuh 5% per tahun dan melalui berbagai peristiwa. Sepanjang 30 tahun terakhir, Boeing mencatat telah melewati 4 kali resesi, 2 krisis finansial, 2 perang teluk, 1 oil shock, 1 pandemic, dan peristiwa 9 November.

"Pertumbuhan kargo udara agak sedikit moderating (tidak baik, juga tidak buruk) setelah periode puncak 2010. Tahun 2011 pertumbuhannya hanya 2,4%," Randy menjelaskan. Meski sempat melemah, Randy optimis kargo udara akan tumbuh lebih dari arus penumpang komersial yaitu 5,2% per tahun hingga 2031. Sejak tahun 1980, Boeing mencatat kargo udara di dunia tumbuh sekitar 5% tiap tahun.

Lebih lanjut, CMO meramalkan permintaan armada pesawat terbang akan mencapai 34.000 armada baru. Permintan tersebut bernilai US $ 4,470 miliar. Randy memaparkan, "Armada baru ini  akan menggantikan yang sudah tua dan kurang efisien, menguntungkan airline dan penumpang, menstimulasi pertumbuhan emerging-market serta inovasi model bisnis penerbangan."

Dari 34.000 armada, sekitar 68% permintaan menunjuk pada pesawat single-aisle (lorong tunggal). Model ini digemari emerging-market seperti Cina dan sesuai untuk pasar low-cost dunia. Permintaan twin-aisle (lorong ganda) pun akan meningkat dari 19% saat ini menjadi 23% di tahun 2031. Pesawat twin-aisle ini diprediksi mendorong pasar penerbangan internasional.

Hingga kini, Boeing mengklaim dirinya sebagai pemimpin pasar produsen pesawat terbang.   Tahun 1977 Boeing menguasai 55% pasar pesawat terbang disusul McDonnel-Douglass 33%. Boeing terbilang cukup percaya diri menghadapi persaingan produksi pesawat terbang, Hal ini dikarenakan banyaknya pesaing Boeing yang berguguran seperti McDonnel-Douglas, BAE, Lockheed, dan Aerospatiale. Tahun 2011 lalu Boeing melaporkan market-share nya sebesar 50%, bersaing dengan Airbus 31%. Hingga kini, Boeing mencatat telah memproduksi 22.000 unit pesawat terbang dengan 78% load factors. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)