Inilah Solusi Symantec Menjaga Informasi Perusahaan

Menjaga keamanan data perusahaan ternyata bukan perkara gampang. Selain menghabiskan banyak dana, reputasi perusahaan pun kerap jadi taruhannya. Untuk mencegah hal tersebut, Symantec merekomendasikan Symantec menawarkan satu solusi, "Putting the "I" back in IT."

Raymond Goh, Senior Regional Director, System Engineering & Alliances Symantec Asia South Region Raymond Goh, Senior Regional Director, System Engineering & Alliances Symantec Asia South Region

Menurut Raymond Goh, maksud kalimat "Kembalikan I ke TI" adalah menempatkan informasi dengan benar pada teknologi informasi itu sendiri.

Solusi tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan lima prinsip. Yang pertama adalah fokus pada keamanan informasi itu sendiri, bukan device. "Kembali pada apa yang akan dijaga, device-nya atau informasinya?" tutur Goh . Ia menegaskan, bukan berarti keamanan device atau data center itu tidak penting, namun setidaknya ketika benda tersebut hilang perusahaan tidak perlu mengkhawatirkan keamanan informasi yang ada di dalamnya.

Prinsip kedua yang harus dicamkan perusahaan, bahwa tidak semua informasi itu sama. Tiap elemen dalam perusahaan tersebut sebaiknya bisa membedakan mana informasi bisnis dan mana yang informasi personal. "Kalau SMS ke orang lain yang cuma satu dua kalimat rasanya tidak perlu di-back up," kata Martin Ruslan, System Engineer Symantec Indonesia.

Efisien adalah prinsip ketiga untuk menjaga informasi perusahaan. Maksudnya adalah mengutamakan keamanan data kritis setelah itu baru data yang lainnya.

"Konsisten adalah kuncinya," Goh menjelaskan prinsip keempat dalam paparan media State of Information: Indonesia Results. Yang dimaksud Goh adalah konsisten dalam melindungi data perusahaan di semua lini. Apabila perusahaan menerapkan policy akses terbatas, harus dipastikan bahwa hal tersebut dapat diaplikasikan di semua device.

Prinsip terakhir yang tak kalah penting adalah stay agile, tangkas dalam menghadapi penambahan data. "Bagaimana perencanaan untuk menangani bertambahnya data beberapa tahun ke depan perlu dipikirkan sejak sekarang," pungkas Goh, Rabu (19/9).

2012 State of Information Survey merupakan survei pertama yang dilakukan perusahaan security software Symantec Corp dengan ReRez Research. Sebanyak 4.506 perusahaan di 36 negara disurvei terkait esensi informasi bisnis bagi perusahaan. Survei yg dilakukan sepanjang bulan Februari dan Maret 2012 tersebut juga menjangkau 100 perusahaan di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)