Jakarta Makin Murah bagi Ekspatriat

Survei tentang biaya hidup 2014 (2014 Cost of Living Survey) yang dilakukan oleh Mercer mengungkapkan bahwa biaya hidup bagi para ekspat dibandingkan secara relatif menurun dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia. Dari daftar peringkat kota-kota termahal untuk hidup para ekspat, Jakarta menempati urutan ke 119, turun dari peringkat tahun sebelumnya yang berada di urutan 71.Suasana kota jakarta tampak dari atas

Tercatat sebagai kota termahal bagi ekspatriat adalah Luanda di Angola, kemudian disusul N’Djamena di Chad. Kedua kota di berada di Benua Afrika. Ed Hannibal, Partner dan Pemimpin Global untuk praktik Mobilitas Mercer, menjelaskan, meskipun Luanda dan N'Djamena secara relatif merupakan kota yang tidak mahal, namun keduanya cukup menguras biaya yang mahal bagi ekspatriat karena barang impor tersedia degan harga premium. Selain itu, menemukan akomodasi tempat tinggal aman yang memenuhi standar ekspatriat bisa sangat sulit dan juga cukup mahal.“Inilah alasan umum mengapa kota-kota di Afrika menduduki peringkat tinggi dalam survei kami,"ia menegaskan.

Kota-kota di Eropa dan Asia juga terus mendominasi sebagai kota termahal, dengan Hong Kong di urutan ketiga, yang disusul oleh Singapura. Zurich melompat tiga tempat ke peringkat kelima, disusul oleh Jenewa pada urutan keenam. Tokyo turun empat tempat ke peringkat ketujuh.

Survei autoritatif Mercer adalah salah satu survei yang dirancang untuk membantu perusahaan multinasional serta pemerintah menentukan tunjangan kompensasi bagi karyawan ekspatriat. New York digunakan sebagai kota dasar, dan semua kota dibandingkan dengannya. Pergerakan mata uang diukur terhadap dolar AS.Survei ini mencakup 211 kota di lima benua dan mengukur biaya komparatif atas 200 item di tiap lokasi, termasuk perumahan, transportasi, makanan, pakaian, barang rumah-tangga, dan hiburan.

“Penetapan peringkat di banyak wilayah dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi baru-baru ini di dunia, termasuk gejolak ekonomi dan politik, yang menyebabkan fluktuasi mata uang, inflasi biaya untuk barang dan jasa, serta gejolak harga akomodasi," kata Ed Hannibal.

Kota lainnya yang muncul dalam daftar 10 teratas kota termahal bagi ekspatriat menurut Mercer yaitu, Bern, Moskow dan Shanghai. Sementara itu, Karachi(urutan 211) adalah kota yang paling murah sedunia bagi ekspatriat, dan survei tersebut menemukan bahwa Luanda lebih dari tiga kali lipat lebih mahal daripada Karachi.

Menurut Hannibal, “Meskipun multinasional masih terus mengakui pentingnya memiliki tenaga kerja global dan penugasan korporat tetap merupakan hal yang lazim, namun mereka harus dapat memantau dan menyeimbangkan biaya untuk program ekspatriat mereka. Karyawan harus mengevaluasi dampak fluktuasi mata uang, inflasi, dan ketidakstabilan politik apabila mengirimkan karyawan untuk tugas di luar negeri seraya memastikan mereka mempertahankan karyawan yang berbakat dengan menawarkan paket kompensasi yang bersaing.”Fluktuasi mata uang dan dampak inflasi pada barang dan jasa telah mempengaruhi biaya program ekspatriat serta peringkat kota.

Sementara itu, Nathalie Constantin-Métral, Principal di Mercer yang bertanggung jawab untuk menyusun peringkat surveyini, mengatakan, “Yang menarik, beberapa kota melompat ke atas daftar tahun ini diikuti peningkatan yang sangat besar dalam biaya akomodasi serta permintaan, dibarengi dengan menguatnya mata uang setempat. Dhaka dan Nairobi (keduanya peringkat 117) dan Dubai (67), masing-masing melesat ke urutan tiga puluh tujuh, tiga puluh dan dua puluh tiga.”

Khusus untuk kawasan Asia, ada 4 kota yang masuk dalam peringkat 10 kota termahal di dunia, yakni Hong Kong yang ada di peringkat 3 (naik 3 tingkat dibandingkan tahun 2013), Singapura (4) --naik satu tingkat), Tokyo di peringkat 7 (turun 4 tingkat) dan Shanghai di posisi 10. Kota-kota di Asia lainnya yang menyusul dalam daftar peringkat kota termahal di dunia adalah

Beijing (11), Seoul (14), dan Shenzhen (17). “Kota-kota di Jepang turun dalam peringkat tahun ini akibat melemahnya yen terhadap dolar AS,” kata Constantin-Métral. “Namun demikian, kota-kota di Tiongkok melompat dalam peringkat, termasuk Shanghai, Beijing, dan Shenzhen, akibat menguatnya yuan Tiongkok,” ia menambahkan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)