Jangan Sibuk Kerja, Perhatikan Kepentingan Anak!

sibuk kerjaMeski Indonesia mengalami masa bahagia dari segi perekonomian mengingat pertumbuhan GDP diperkirakan tidak kurang dari 6% di 2012, berita kelam muncul dari sisi emosional. Pasalnya, para pebisnis maupun pekerja profesional dihadapkan masalah di lingkup rumah tangga. Bagi Anda yang telah menikah dan mempunyai anak, waspadalah! Semanga masa anak-anak terancam punah.

sibuk kerjaHal tersebut berdasarkan laporan global yang diumumkan oleh brand OREO dan Ipsos Public Affairs. Studi tersebut mengungkapkan bahwa secara umum anak-anak masa kini di seluruh dunia tumbuh menjadi lebih cepat dewasa dibandingkan generasi sebelumnya. Tujuh dari 10 orang tua di seluruh dunia mengatakan anak-anak mereka seharusnya memiliki lebih banyak waktu untuk menjadi anak-anak saja, tetapi kenyataannya tidak. Hal ini sebagai akibat dari tekanan lingkungan sehari-hari dan jadwal kegiatan mereka yang demikian padat.

Bahkan, empat dari 10 orang tua mengaku lebih mudah mengatur jadwal pekerjaan di kantor dibandingkan dengan mengatur jadwal untuk berkegiatan dengan anak-anak mereka. Ini terbukti dari hasil statistik yang ditemukan di Indonesia, bahwa sekitar 37% orang tua merasakan tantangan untuk mendapatkan waktu bersama di jadwal kesibukan anak-anak mereka. Kenyataan bahwa semangat masa anak-anak berada dalam kondisi menurun tidak hanya berlaku pada anak-anak, namun juga pada orang dewasa. Orang tua, di mana pun mereka berada, mendambakan kebahagiaan yang mencerahkan hati seperti yang mereka rasakan di masa kecil.

Bahkan, mayoritas orang tua di seluruh dunia mengatakan mereka tidak lagi merasakan kesenangan sehari-hari dan sudah jarang mengalami perasaan gembira seperti yang sering dirasakan di masa kanak-kanak dulu. Sebanyak 64% orangtua di Indonesia menyatakan bahwa seringkali mereka mendambakan perasaan bebas seperti yang dulu mereka rasakan saat kecil. Kebanyakan dari orangtua tersebut juga menyatakan bahwa dengan menjadi lebih bebas mereka berharap bisa menjadi lebih dekat dengan anak mereka.

“Saat kami secara rutin berbicara dengan konsumen-konsumen OREO di seluruh dunia, secara konsisten kami terus mendengar tentang pentingnya merasakan jiwa bebas seperti di masa anak-anak. Kami mendapati bahwa hal inilah yang menjadi inti pengalaman mereka dengan OREO dan menjadi salah satu alasan keterhubungan mereka dengan brand kami,” kata Sheeba Philip, Global Brand Director OREO.

Terlepas dari tekanan-tekanan dan gangguan-gangguan yang mempengaruhi waktu dan kualitas kebersamaan keluarga dan kenyataan akan situasi anak-anak masa kini, bagaimana pun juga masih terdapat harapan. Bahkan, hampir 90 persen berkomitmen untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak melewatkan masa anak-anak dan umumnya menginginkan diri mereka sendiri menjadi lebih riang gembira.

Survei ini dilakukan dalam kurun waktu 6 minggu antara bulan November dan Desember 2011. Lebih dari 7,000 orang tua dengan anak-anak di bawah usia 18 tahun berpartisipasi dalam studi ini. Survei lokal dilakukan melalui media online dan melalui wawancara individu secara langsung di 20 negara dan kawasan meliputi: Canada, China, Colombia, Costa Rica, Ecuador, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Malaysia, Mexico, Peru, Polandia, Portugal, Puerto Rico, Rumania, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat dan Venezuela.

Leave a Reply

2 thoughts on “Jangan Sibuk Kerja, Perhatikan Kepentingan Anak!”

Memiliki Tujuan Keluarga adalah awal dari kesuksesan keluarga.Dengan Tujuan Keluarga tersebut, kita dapat memaknai berkeluarga dengan sebaik-baiknya,..."Untuk apa kita berkeluarga?,...Keluarga seperti apa yang akan kita jalankan?,...Untuk apa kita memiliki anak? dan anak seperti apa yang kita idam-idamkan?...sehingga pekerjaan kitapun adalah dalam rangka mewujudkan kesuksesan Tujuan Keluarga tersebut.Cuman, emang berkeluarga nggak ada sekolah formalnya. Bila Sahabat berkenan, saya sarankan nggabung di Komunitas Keluarga Emas Indonesia, namanya IGF (Indonesian Golden Family). Bisa simak di www.amir.zuhdi.com. atau nggabung di twitternya : @amirzuhdi , kita belajar keluarga bersama-sama. Salam GF.
by dr.Amir, 27 Sep 2012, 14:13
tuntutan pekerjaan memang sering kali menjadi masalah dalam rumah tangga. pekerjaan yang belum selesai atau mungkin terlalu banyak terkadang menuntut kita harus lembur hingga malam hari. buntut cerita kita sampai dirumah istri dan anak sudah terlelap. keesokan harinya sebelum anak bangun kita sudah berangkat kerja kembali. ya pantas saja klo anak-anak mengeluh kurang kasih sayang orang tua
by Ary Wibowo, 14 Feb 2012, 11:46

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)