Jelang Pemilu, Kebijakan Investasi dan Bisnis Indonesia dalam Sorotan

Penasihat ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiamé Diop mengingatkan pentingnya meningkatkan lingkungan peraturan dan secara efektif mengomunikasikan reformasi-reformasi baru demi mendukung perkiraan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat.

Kegiatan investasi di tambang batubara

“Menjelang pemilihan umum tahun 2014, kebijakan investasi dan dunia usaha Indonesia akan berada di bawah sorotan," ujarnya. Dalam pengamatannya, sejumlah pengumuman peraturan dan perundangan sepanjang tahun telah menambah risiko ketidakpastian kebijakan dalam negeri dan dapat membawa dampak negatif terhadap sentimen investor, yang masih rapuh secara global.

Dalam laporan triwulanan ekonomi Indonesia bulan Desember 2012 oleh Bank Dunia, pertumbuhan investasi domestik yang telah berperan penting terhadap kuatnya kinerja ekonomi Indonesia belakangan ini menghadapi sejumlah risiko. Investasi kini mencapai sepertiga dari seluruh belanja barang-barang dan jasa Indonesia. Investasi meningkat 10 persen tahun  pada kuartal ketiga dan memberikan dorongan hampir 40 persen terhadap pertumbuhan PDB yang kuat  sebesar 6,2 persen /tahun.

Sejauh ini investasi masih tetap bertahan kuat, namun investasi dan harga komoditas dunia cenderung bergerak searah, sehingga perkiraan investasi Indonesia dapat melemah di mana penurunan penerimaan yang berkaitan dengan komoditas mempengaruhi ekonomi secara luas.

Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle, mewanti-wanti kaum bisnis Indonesia untuk tidak berpuas diri. “Outlook ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian dan rentan terhadap tekanan-tekanan.”, jelasnya.

Penetapan upah minimum yang rumit, penuh  perdebatan dan memakan waktu tahunan juga menjadi sorotan investor baik asing maupun lokal. Proses negosiasi upah minimum dapat diperbaiki melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, dengan memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan, termasuk pekerja sektor informal, telah terwakili. Pentingnya kesiapan menghadapi risiko bencana alam juga dibicarakan pada laporan.

Keberhasilan Indonesia dalam upaya pemulihan pasca bencana di Sumatera dan Jawa telah memberikan contoh bagaimana membangun ketahanan terhadap risiko-risiko bencana, termasuk risiko musibah banjir di Jakarta.

Ekonomi Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan masih tetap positif walaupun ekonomi dunia tetap lemah. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen untuk tahun 2012, sedikit meningkat di tahun 2013 menjadi 6,3 persen. Proyeksi ini mengasumsikan konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi masih bertahan kuat, dengan membaiknya pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia secara bertahap yang juga sedikit mendorong pemulihan ekspor.

Di sisi fiskal, Bank Dunia memproyeksikan defisit 2012 sebesar 2,5 persen, sedikit lebih tinggi dari target APBN sebesar 2,2 persen dari PDB. Pertumbuhan pendapatan telah melambat tetapi pengeluaran belanja modal dan material masih di bawah target, meskipun tumbuh kuat secara nominal. Yang perlu digaris bawahi, biaya kesempatan (opportunity cost) dari subsidi energi terus meningkat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)