JP Morgan: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1%

Perusahaan layanan keuangan global JP Morgan, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan sedikit membaik atau diangka 5.1 persen. Angka ini diatas perkiraan tahun 2016 yang hanya sebesar 5%, dan sama persis dengan perkiraan yang dilakukan oleh Menteri keuangan Sri Mulayani yang juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 5,1 persen.

Global Emerging Markets Analyst JP Morgan, Jahangir Aziz, mengatakan, permintaan domestik akan kuat di dorong oleh belanja infrastruktur. Sementara itu inflasi diprediksi akan meningkat menjadi 3.4 persen disebabkan adanya penyesuaian tarif listrik oleh rumah tanggan. “Namun begitu, Indonesia masih akan tetap dibayangi ketidakpastian global seiring dengan konstelasi perekonomian di Amerika Serikat,” ujarnya menjelaskan.

Adapun defisit anggaran, ia prediksikan akan sebesar 2,4 persen, dengan nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.200. secara umum Ia mengapresiasi keberhasilan para teknokrat untuk menjaga stabilitas makro dan juga menyatukan kredibilitas fiskal dan iklim reformasi investasi. “Terpisah dari risiko eksternal yang luas, dalam pandangan kami, sejauh ini Indonesia telah menyajikan kisah perubahan yang positif,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mendetailkan Indonesia masih sedikit diuntungan oleh tren kenaikan harga-harga komoditas. Adanya hal tersebut menjadi indikasi bahwa pendapatan ekspor komoditas akan meningkat di tahun 2017 in. “Karakteristik ekspor Indonesia sangat sensitif dengan harga komoditas sehingga kenaikannya dapat mendorong ekspor dari sisi nilai,” ungkapnya.

Berikut rincian prediksi JP Morgan
20161124_101702

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)