Kantar World Panel : Konsumen Indonesia Belanja FMCG 400 Kali/Tahun

Konsumen di Indonesia berbelanja hampir setiap hari dalam sebulan atau 400 kali dalam setahun. Demikian hasil riset dari Kantar World Panel—perusahaan riset pasar—pada tahun 2014. Hasil riset ini tentu membuat para pelaku industri “tergiur” untuk mendapatkan peluang pasar sebesar-besarnya.

Kantar World Panel

Tak hanya itu, hasil riset tersebut juga mengungkap bahwa di Indonesia industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) mengalami tren positif dari tahun ke tahun. Dari tahun 2012 ke tahun 2013, pasar FMCG mengalami peningkatan 14 % di seluruh Indonesia, baik perkotaan (urban) maupun pedesaan (rural).

“Konsumen di Indonesia adalah konsumen 'tersibuk' dibandingkan dengan konsumen di negara lainnya” jelas Fanny Murhayati, Direktur Pengembangan Bisnis Kantar World Panel Indonesia. “Jika berbagai masalah krusial seperti inflasi, infrastruktur, stabilitas politik, korupsi dan birokrasi maka Indonesia akan menjadi magnet bagi para pelaku industri manapun di dunia,” sambung Fanny.

Menurutnya, lembaga riset pasar global, Euromonitor, memprediksi pada tahun 2015 nanti Indonesia akan memiliki 80 juta konsumen FMCG atau menguasai 40 % pasar FMCG di Asia Tenggara.

Tren positif pasar FMCG Indonesia ini memunculkan sebuah kebutuhan bagi para pelaku bisnis di industri FMCG akan sebuah standar ukuran yang bisa dijadikan acuan oleh mereka. Acuan ini digunakan untuk melihat brand mana saja yang berhasil tumbuh dan berkembang di pasar Indonesia yang dipenuhi merek-merek lokal dan internasional.

Salah satu metode yang digunakan untuk melihat keberhasilan brand, baik dalam hal penetrasi pasar maupun frekuensi belanja konsumen adalah dengan metriks Consumer Reach Point (CRP). Menurut Fanny, pihaknya memilih menggunakan metode ini dikarenakan melalui metode ini bisa diukur berapa banyak rumah tangga di seluruh dunia membeli sebuah merek (penetrasi) dan seberapa sering (rata-rata berapa kali konsumen membeli sebuah produk).

“Metode ini terbilang unik karena memadukan penetrasi dan frekuensi tersebut untuk membantu perusahaan FMCG memperoleh pemahaman yang jelas mengenai jangkauan merek mereka secara global,” ujarnya

Caranya, dengan melihat berapa kali merek mereka berhasil masuk ke dalam keranjang belanja konsumen, serta memberikan panduan penting wilayah mana yang memberikan kesempatan paling besar. Proyek riset yang diberi tema Brand Footprint 2014 itu, menunjukkan kekuatan merek di 35 negara di seluruh dunia atau 63% dari total populasi rumah tangga di dunia, meliputi sektor makanan, minuman, kesehatan, kecantikan, dan alat rumah tangga.

Untuk pasar Indonesia, Brand Footprint menggunakan sampel 5.680 rumah tangga di Indonesia yang mewakili 86% dari seluruh rumah tangga di area Urban Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)