Konektivitas Internet Indonesia Masih di Bawah Ekspektasi

Riset Accenture Digital Consumer tahun 2014 mensurvei 1.000 pengguna internet di Indonesia mengenai penggunaan dan kecenderungan dalam membeli perangkat elektronik, konten, dan layanan digital. Riset ini mengindikasikan adanya peranan penting konsumen dalam menciptakan keadaan di mana produk dan layanan digital menjadi sangat personal. Hal ini menjadikan perusahaan teknologi, penyedia layanan konten dan digital, harus mengerti dan tepat sasaran agar dapat masuk ke gaya hidup digital konsumen.

IMG_20141007_171714

Hasil riset Accenture mengenai konsumsi digital menunjukkan bahwa konsumen Indonesia menginginkan produk yang baru dan inovatif. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk gaya hidup yang sedang digital, karena para inovator mendorong konsumen memakai lebih dari satu perangkat. Hal tersebut disampaikan oleh Tjin Tak Wong, Managing Director Communication, Media Technology Accenture.

"Di Indonesia itu pelanggannya sudah sangat teknologi. Jadi, mereka menggunakan berbagai macam device secara bersamaan, rata-rata punya 5 devices," ujar Tjin.

Kelima devices tersebut antara lain adalah televisi, smartphone, tablet, laptop, dan komputer.

Sayangnya, koneksi internet yang menjadi andalan untuk mendukung layanan digital tersebut menjadi sumber kekecewaan konsumen. Menurut hasil riset, 86% konsumen melaporkan gangguan dan adanya isu dalam mengakses program TV dan film dari koneksi broadband di rumah. Sebanyak 60% konsumen mengatakan bahwa mereka bersedia membayar lebih untuk koneksi yang lebih cepat, sedangkan 62% rela membayar lebih untuk akses "kapan saja, dimana saja."

"Tantangan yang kita hadapi dari responden masih berhubungan dengan konektivitas yang masih di bawah ekspektasi. Ini tantangan yang harus dihadapi oleh industri dalam meningkatkan adopsi ini," ungkap Tjin.

Riset Accenture ini dilaksanakan di lapangan pada bulan Oktober sampai Desember 2013 dengan menyertakan populasi Indonesia yang berumur 14-55 tahun, mayoritas responden berumur 18-24, dan 55% divantaranya adalah pria, sedangkan 45% perempuan dari tingkat sosial berpendapatan kelas menengah. Riset ini dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, Surabaya, dan Balikpapan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)