Konsumen Indonesia Mulai Pilih Kartu Ketimbang Tunai?

Mekanisme pembayaran dengan menggunakan kartu kini terlihat mulai merajalela. Bisa dilihat dari semakin banyaknya mesin-mesin peralatan pembayaran secara elektronik yang ada di restoran, pusat perbelanjaan, hingga sarana transportasi, seperti busway.

Perusahaan teknologi pembayaran global, Visa, menemukan bahwa konsumen di Indonesia memang mulai menggantungkan kebutuhannya pada pembayaran secara elektronik. Temuannya ini berasal dari survei  yang dilakukan Visa mengenai Global Payments Tracker 2012 (GPT 2012).

“Konsumen di Indonesia kini telah mulai menggunakan kartu sebagai alat pembayaran. Meskipun banyak transaksi yang masih bergantung pada uang tunai, konsumen telah mulai menyadari aspek keamanan, kenyamanan, dan kontrol keuangan yang ditawarkan oleh penggunaan kartu,” kata Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, dalam siaran pers yang diterbitkan Senin (11/2/2013).

Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia

Detailnya, GPT 2012 menunjukkan bahwa di Indonesia, dari total titik-titik tempat transaksi dilakukan (points of sale/POS) sekitar 57 persen transaksi tiap bulannya dilakukan menggunakan kartu debit dan 83 persen transaksi dilakukan menggunakan kartu kredit. Survei juga menunjukkan ada lebih dari 25 persen konsumen di Tanah Air yang memiliki kartu debit, dan 2 persen konsumen memiliki kartu kredit.

Jumlah kartu debit memang masih lebih banyak ketimbang kartu kredit. Karena dengan kartu debit, konsumen berpandangan masih dapat mengontrol keuangannya. Oleh karena itu, karena memudahkan konsumen untuk tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak, kartu debit seringkali digunakan untuk berbelanja di supermarket atau hypermarket dan department store.

Sementara itu dari keseluruhan kartu yang ada, Visa merupakan kartu pembayaran paling dikenal dengan rata-rata 35 persen pembelanjaan dilakukan dengan kartu debit Visa, dan 64 persen pembelanjaan dilakukan dengan kartu kredit Visa.

Meskipun penggunaan kartu sebagai alat pembayaran cenderung meningkat, uang tunai masih menjadi metode utama untuk melakukan pembayaran, yaitu sebesar 84 persen dibandingkan penggunaan kartu. Akan tetapi, peluang pembayaran dengan menggunakan kartu meluas di Indonesia, maupun dunia, cukup besar.

“Walaupun pembangunan infrastruktur finansial di setiap negara berada dalam tahap yang berbeda-beda, kecenderungan penggunaan pembayaran elektronik secara global meningkat,” tambah Ellyana. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)