Kunjungan Wisman Naik, Hotel Bintang Lima Laris

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data statistik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) per Januari 2014. Catatan positif terlihat bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Bila pada Januari 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 614,3 kunjungan, maka pada Januari tahun ini, jumlah kunjungan wisman mencapai 753,1 ribu kunjungan. Ada kenaikan sekitar 23 persen.

"Kenaikan jumlah kunjungan wisman Januari 2014 tersebut, terjadi hampir di semua pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebesar 374 persen, diikuti Minangkabau (Sumatera Barat) 138,27 persen, dan Makassar (Sulawesi Selatan) 111,26 persen," demikian tertulis dalam laporan BPS yang dirilis Senin (3/3/2014).

Selain adanya kenaikan, ada juga penurunan jumlah kunjungan wisman seperti yang terjadi di Sepinggan (Kalimantan Timur) sebesar 35,89 persen, Adi Sumarmo (Jawa Tengah) 28,27 persen, dan Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) 6,53 persen.

Berdasarkan 19 pintu masuk, termasuk pelabuhan dan bandar udara, jumlah kunjungan wisman yang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, masih menjadi yang tertinggi. Ada kenaikan yang terjadi pada Januari tahun ini sebanyak 21,4 persen dari bulan yang sama tahun 2013. Tercatat ada 278,7 ribu kunjungan wisman melalui bandara tersebut di awal tahun ini.

Menurut kebangsaannya, wisman yang mengunjungi Tanah Air didominasi oleh wisman Singapura dengan porsi hampir 16 persen dari total 753,1 ribu kunjungan. Menyusul kemudian Malaysia dengan 14,73 persen, China 12,67 persen, Australia 11,21 persen, dan Jepang 4,62 persen.

Dampak dari naiknya jumlah kunjungan wisman adalah meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK), khususnya hotel berbintang. BPS mengumumkan, TPK hotel berbintang di 27 provinsi pada Januari lalu rata-rata sekitar 47 persen. Tumbuh tipis sebesar 0,82 poin dari bulan yang sama tahun 2013.

bps data statistik

Pulau Bali membukukan TPK yang tertinggi yaitu sekitar 58 persen. Disusul kemudian oleh Kalimantan Timur sekitar 57 persen dan Jakarta sekitar 54 persen. Bila melihat pertumbuhan TPK, maka yang tertinggi justru terjadi di Sumatera Selatan dengan 9,16 poin, Jambi dengan 8,23 poin, dan Jawa Timur 6,1 poin.

Ada fakta menarik bila melihat TPK menurut klasifikasi hotel. Pada Januari lalu, TPK tertinggi terjadi di hotel bintang lima dengan 55,26 persen. Yang terendah adalah hotel bintang satu dengan 35,92 persen. Dan bila membandingkan Januari 2014 dengan bulan yang sama tahun lalu, pertumbuhan TPK yang signifikan terjadi di hotel bintang empat sebesar 3,2 poin, menyusul bintang lima dengan 1,79 poin dan bintang dua dengan 0,49 poin. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)