Laporan PwC-GE: Swasembada Pengelolaan Listrik Hemat US$415 Juta

George Djohan (tengah), Country Leader for GE Gas Power Systems; dan Tim Boothman (kanan), Advisory, Energy, Mining Industry, PricewaterhouseCoopers (PwC) dalam acara Media Briefing “Paparan Penelitian Manfaat Pola Pengelolaan Listrik Swasembada di Kawasan Industri Bagi Indonesia

George Djohan (tengah), Country Leader for GE Gas Power Systems; dan Tim Boothman (kanan), Advisory, Energy, Mining Industry, Pricewaterhouse Coopers (PwC)

Untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat Indonesia, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, negara menargetkan penyediaan tambahan kapasitas listrik sebesar 35 Giga Watt. Dalam hal ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mendapat mandat untuk menyiapkan pembangkit, transmisi dan distribusi pasokan listrik hingga ke pelosok-pelosok desa di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, PwC Indonesia bersama PT GE Indonesia mengeluarkan hasil penelitian mengenai penerapan pola swasembada pengelolaan kelistrikan (Private Power Utilies) di kawasan-kawasan industri.

Dalam laporan berjudul “Private Power Utilities: The Economic Benefits of Captive Power in Industrial Estates in Indonesia tersebut, dijelaskan bahwa swasembada pengelolaan kelistrikan dapat menghemat biaya operasional hingga sekitar US$ 415 juta per tahun.

“Hal tersebut dapat terjadi karena dapat memangkas biaya-biaya di sektor pembayaran lembur karyawan, bahan bakar bakar diesel atau hilangnya pendapatan perusahaan akibat pemadaman listrik tiba-tiba,” jelas George Djohan, Country Leader for GE Gas Power Systems Indonesia di Jakarta (22/3).

Kawasan industri yang menjadi target swasembada tersebut terdapat di tujuh sektor manufaktur. Yaitu sektor percetakan, mesin, bahan bakar dan batu bara, kertas, tekstil, kimia, makanan & minuman. Dengan menerapkan swasembada di tujuh sektor tersebut, perusahaan dapat menghemat biaya dengan rata-rata hanya 0,9 sen per kWh.

Djohan melanjutkan, berdasarkan penelitian tersebut ia optimis kawasan industri akan menjadi mesin penyerap investasi dan pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebagaimana data dari BPS (2014), sektor manufaktur menyerap 15,3 juta sumber daya manusia dan lebih dari 20% diantaranya bekerja di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri.

Sementara itu tim Boothman, Adviser, Energy, Utilities, Mining industry, PwC Indonesia, berujar, penelitian tersebut dilakukan selama 6 bulan melalui serangkaian wawancara kualitatif dengan para pengembang kawasan industri maupun perusahaan-perusahaan yang menyewa tempat di kawasan industri agar dapat memberikan analisis kualitatif akan manfaat.

Swasembada pengelolaan listrik, termasuk pula diskusi mendalam tentang biaya-biaya operasional yang muncul akibat pemadaman listrik tiba-tiba, yang memberi panduan bagi pendekatan model ekonomi yang diambil dalam penelitian ini.

“Penelitian ini menguraikan nilai-nilai swasembada pengelolaan listrik bagi semua sektor yang terlibat dan dimaksudkan sebagai panduan dasar bagi mereka yang sedang memacu pertumbuhan industri di Indonesia,” jelas Boothman. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Bisnis Martabak Putra Presiden Jokowi Kian Melejit

Siapa yang tidak suka martabak? Makanan tradisional ini banyak digemari oleh masyarakat kita. Hampir di seluruh wilayah di Indonesia ada...

Close