Mau Tahu Sektor Industri Apa Saja yang Berkilau Sekarang?

Keseluruhan kinerja ekspor pada tahun 2015 turun sebesar 14 persen dibanding tahun 2014. Penurunan ini pun terjadi pada kuartal pertama tahun 2016 sebesar 14,3 persen dibanding periode yang sama di tahun 2015. Namun ada beberapa sektor yang mengalami kenaikan nilai ekspor, seperti manufakturing kapal laut, besi dan baja, dan perhiasan.

Ditemui sebagai pembicara dalam acara Gathering Penerima Penghargaan Primaniyarta di Kementerian Perdagangan (12/4) RI, Aldian Taloputra, Senior Economist Indonesia menyatakan, yang terjadi di tahun ini adalah terdapat dua negara yang ekonominya tergolong besar yaitu Amerika Serikat dan China masih dalam tahap recovery paska krisis ekonomi 2008 lalu. Berdasarkan data dari Standard Chartered Research, pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut menurun dari 2.4 persen di tahun 2015 menjadi 1 persen di tahun 2016.

Gathering Penerima Penghargaan Primaniyarta 2016 Gathering Penerima Penghargaan Primaniyarta 2016 (Photo by Jeihan Kahfi SWA)

Sedangkan pertumbuhan ekonomi China juga masih lambat dari 6.9 persen di tahun 2015 menjadi 6.8 persen di tahun 2016. Akan tetapi, penurunan tersebut tidak terjadi pada  Jepang yang naik sebesar 0.5 persen di tahun 2016.

Kondisi ini juga tercermin dari kontribusi sektor UKM terhadap ekspor Indonesia sebesar 15,8 persen pada tahun 2015. Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan kontribusi korporasi dan negara-negara kawasan di Asia Tenggara. Akan tetapi jika dilihat dari jumlah, sebesar 99,3 persen pengusaha Indonesia masuk dalam kategori UKM.

Sesuai mandat UU Nomor 2 Tahun 2009, Indonesia Eximbank dapat memberi pembiayaan atas transaksi yang secara komersial sulit dilaksanakan namun dianggap perlu oleh pemerintah. Melalui program National Interest Account (INA) dengan alokasi dana keseluruhan sebesar Rp 2 triliun, pemerintah memberi bunga maksimal 5.75 persen untuk 5 sektor, yaitu tekstil, furnitur, olahan kayu, olahan ikan, dan alas kaki. Ada pula Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE) dengan alokasi dana sebesar Rp 1 triliun dan bunga 9 persen.

Lalu faktor apa saja yang menjadi pendorong peningkatan ekonomi di Indonesia? Pertama, peningkatan belanja negara oleh pemerintah. Lalu perbaikan pada belanja investasi karena sudah ada kebijakan paket ekonomi, rupiah lebih stabil, dan beberapa kebijakan pemerintah yang menyasar daya beli masyarakat. Bank Indonesia pun sudah turunkan suku bunga, sehingga inflasi bisa turun hingga 4.2 persen.

“Untuk prediksi tahun ini, GDP Indonesia akan naik sebesar 0.5 persen dari 4.7 persen di tahun 2015 menjadi 5.2 persen di tahun ini. Policy rate akan flat karena suku bunga turun. Rupiah pada tahun 2016 sebesar 13.600, tahun depan menjadi sekitar Rp 14 ribu,” ungkapnya lugas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)