Mayoritas Karyawan Tidak Dapat Pelatihan Keamanan Siber Selama WFH

Perusahaan global siber Kaspersky menyatakan, bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja dari rumah belum menerima bimbingan atau pelatihan mengenai pentingnya keamanan siber (cybersecurity) untuk menjaga diri mereka agar terhindar dari risiko serangan siber.

Survei terhadap 6.000 pekerja di seluruh dunia ini menunjukkan, bahwa pengusaha mungkin tidak menjelaskan kepada karyawan mereka bagaimana cara terhindar dari risiko ini dan tidak menjadi korban. Setidaknya 73% responden mengatakan mereka tidak diberikan pelatihan kesadaran cybersecurity ketika mereka mulai bekerja dari jarak jauh (work from home).

Selain itu, 27% karyawan yang disurvei telah menerima serangan siber, seperti e-mail phishing tentang topik Covid-19. Pengunduhan konten berbahaya yang tidak disengaja dari email semacam itu dapat menyebabkan perangkat terinfeksi dan membahayakan data bisnis. Banyak karyawan juga meningkatkan penggunaan layanan online untuk pekerjaan yang tidak disetujui oleh departemen TI mereka, yang dikenal sebagai shadow IT, seperti konferensi video (70%), pesan instan (60%) atau layanan penyimpanan file (53%).

“Sulit untuk menjaga 'business as usual' ketika semuanya perlu berubah secara dramatis. Sementara karyawan berusaha menyesuaikan diri dengan kenyataan baru bekerja dari rumah. Tim TI dan cybersecurity berada di bawah tekanan untuk memungkinkan mereka agar terus bekerja dengan aman. Insiden cyber hanya dapat menambah kesulitan pada tantangan ini, jadi penting untuk tetap waspada dan memastikan bekerja dari jarak jauh juga aman," ujar Andrey Dankevich, Senior Product Marketing Manager Kaspersky dikutip SWA Online dalam keterangan resmi, Senin (11/05/2020).

Untuk menghindari risiko seperti itu, kata Andrey, penting bagi organisasi untuk mendidik staf atau karyawan mereka tentang keamanan siber. Hal ini penting bagi bisnis untuk menjaga agar karyawan terlindungi dari serangan siber. Tentu ini juga menjadi tugas yang menantang, karena dibutuhkan banyak sumber daya untuk memungkinkan akses yang aman dan staf IT secara teratur perlu melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Oleh karena itu, Kaspersky menyarankan langkah-langkah keamanan siber yang efektif, untuk membantu bisnis mengaktifkan kerja jarak jauh yang aman bagi karyawan mereka. Pertama, pastikan karyawan tahu siapa yang harus dihubungi jika mereka menghadapi masalah IT atau keamanan. Berikan perhatian khusus kepada karyawan yang harus bekerja dari perangkat pribadi, berikan mereka kebijakan khusus dan rekomendasi keamanan.

Kedua, jadwalkan pelatihan dasar keamanan untuk karyawan. Ini dapat dilakukan secara online dan harus mencakup praktik-praktik penting, seperti manajemen akun dan kata sandi, keamanan email, keamanan endpoint, dan penelusuran web.

Ketiga, mengambil langkah-langkah perlindungan data utama untuk melindungi data dan perangkat perusahaan, termasuk mengaktifkan perlindungan kata sandi, mengenkripsi perangkat kerja dan memastikan data dicadangkan.

Keempat, pastikan perangkat, software, aplikasi dan layanan tetap diperbarui dengan patches terbaru. Kelima, instal perangkat lunak perlindungan di semua titik termasuk perangkat seluler. Ini juga membantu memastikan bahwa hanya layanan online yang disetujui yang digunakan untuk tujuan kerja dan mengurangi risiko shadow IT.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)