Mayoritas Orang Indonesia Gunakan Ponsel untuk Hubungan Bisnis

Dalam surveinya dengan TIME Mobility, Qualcomm menemukan bahwa 74% respondennya di Indonesia memanfaatkan ponsel untuk menjalin hubungan bisnis. Sementara itu hanya 28% responden di Amerika Serikat yang melakukan hal serupa.

Country Manager Qualcomm Indonesia, Ben Siagian, mengungkapkan, hal tersebut dikarenakan perbedaan teknologi yang kemudian membentuk kebiasaan masing-masing negara. “Fixed-line di Amerika sudah bagus, sehingga orang tidak merasa perlu menggunakan telepon GSM,” jelasnya. Sementara di Indonesia jumlah ponsel GSM semakin banyak, jauh meninggalkan populasi fixed-line.

Penggunaan ponsel di Indonesia sudah seperti bagian dari kehidupan sehari-hari. Tak sedikit orang yang rela memutar balik kendaraannya begitu menyadari ponselnya tertinggal. “Maunya kita  ponsel menjadi sangat personal, sesuatu yang bersifat privasi,” lanjut Ben.

Ben pun mengungkapkan, per kuartal ketiga 2012 sudah ada 47,6 juta pelanggan 3G di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan 19% populasi penduduk saat ini. “Perangkat 2G masih banyak sekali,” tutur Ben. Oleh karena itu ia merasa perlu lebih aktif menyuarakan bahwa saat membeli ponsel tidak hanya mempertimbangkan faktor harga semata namun juga kegunaannya. “Ini (ponsel) adalah productive tools,” tegasnya.

Teknologi 3G yang dikembangkan Qualcomm hadir di Indonesia sejak tahun 2006. Meski demikian, sekitar tahun 2008 utilisasi 3G belum mencapai 10% walaupun visibilitas jaringan yang bersih sudah ada. Barulah tahun 2009 greget 3G mulai terasa. Di 2013 nanti, Qualcomm Indonesia akan menggarap lebih serius teknologi terkait smartphone. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)