Pentingnya Mencegah Obesitas Sejak Dini | SWA.co.id

Pentingnya Mencegah Obesitas Sejak Dini

Obesitas atau kegemukan pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan dampak yang signifikan bagi kesehatan fisik, jiwa, dan kehidupan sosial anak. Asupan energi baik karbohidrat maupun lemak, aktivitaa fisik, gaya hidup, dan lingkungan menjadi faktor penting penyebab meningkatnya obesitas pada anak-anak.

Selain itu, ada kecenderungan konsumsi minuman bergula atau berkalori yang meningkat pada anak. Minum-minuman yang mengandung gula atau manis berkalori dapat memicu obesitas akibat lebihnya lemak yang masuk kedalam tubuh.

Menurut Prof. Dr. Hardinsayah MS, “ Seorang anak sangat membutuhkan asupan gizi yang seimbang selama masa pertumbuhan. Banyak kejadian di mana kasus obesitas pada anak berlanjut hingga sang anak bertambah dewasa. Obesitas dapat dihindari dengan membiasakan anak untuk menjalankan gaya hidup sehat dengan gizi seimbang."

Foto 2 Prof. DR. Hardinsyah, MS, Jana Parengkuan, Prof. DR. Dr, Parlindungan Siregar, Sp. PD-KGH, Dr. Sudung O. Pardede

Menurut data dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam World Children Report tahun 2012, Indonesia menempati angka pertama dengan 12,2% sebagai negara dengan tingkat obesitas pada anak di ASEAN. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan Thailand 8%, Malaysia 6%, Vietnam 4,6%, dan Filipina 3,3%. Pada tahun 2010 di Indonesia sendiri Jakarta menempati angka 19, 6% sebagai kota dengan populasi anak obesitas tertinggi di Indonesia.

Minuman dengan tambahan gula atau berkalori sebenarnya tidak berbahaya, namun dapat menambah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Obesitas terjadi karena banyaknya pemasukan ke dalam tubuh, tapi tidak seimbang dengan pengeluarannya. Di dalam tubuh pemasukan yang berupa makanan dan minuman diolah menjadi energi dan cadangan energi. Kurangnya pengeluaran energi seperti berolahraga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cadangan energi.

Oleh karena itu akan lebih baik apabila makan-makanan sehat diimbangi dengan meminum air putih. Pada orang dewasa meminum air putih dianjurkan sebanyak 2 liter dalam sehari, namun akan lebih baik bila disesuaikan dengan perhitungan sesuai berat badan yaitu 100 ml liter per berat badan.

Perhitungan ini tentunya akan menghasilkan hasil yang berbeda-beda bagi setiap orang namun pada orang-orang yang berusia 60 tahun keatas dianjurkan untuk meminum hanya 1,5 liter sehari. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, meminum air putih dalam jumlah banyak dapat menyebabkan natrium atau garam dalam tubuh menurun.

Pada usia di bawah 60 tahun, meminum air putih yang cukup dapat membantu pembakaran lemak dan juga menyebabkan rasa kenyang. Banyak minum air putih juga mengurangi nafsu makan atau ngemil dan memberikan efek kenyang.

Efek-efek tersebut tentunya dapat mencegah terjadinya obesitas terhadap anak. Menurut Jana Parengkuan, akan lebih baik bila dalam memberikan nutrisi pada anak dlakukan dengan siasat. ”Hal ini dikarenakan banyak anak-anak yang tidak suka makan buah atau sayur, sehingga kita sebagai orang tua harus pandai dalam meberikan asupan nutrisi yang cukup. Keempat anak saya setiap pagi diwajibkan untuk meminum jus sebelum berangkat sekolah serta selalu saya bawakan bekal”. (EVA)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)