Mengapa Kuartal I 2016 Ekonomi Indonesia Kurang Bergairah?

Taye Shim, Head of Research Daewoo Securities Indonesia berpendapat bahwa ekonomi Indonesia secara keseluruhan tidak menunjukkan performa yang baik pada kuartal pertama tahun ini. "Ekonomi Indonesia jika dilihat dari GDP YoY di kuartal pertama 2016 ini mengalami peningkatan sebesar 4,9%. Meski meningkat, kami rasa angka ini seharusnya bisa lebih baik," ujar Taye. Angka pengeluaran pemerintah, berdasarkan data Daewoo, terbilang kecil di angka 2,9% YoY, padahal pemerintah dinilai cukup agresif dalam membuat paket kebijakan ekonomi sepanjang akhir tahun 2015 hingga awal 2016. Tingkat konsumsi masyarakat sebesar 4,9% YoY pun dianggap lamban jika dibandingkan dengan daya beli yang dinilai tinggi.

Expenditure Breakdown Indonesian Economy

Menurut Taye, situasi ekonomi yang bisa dibilang sepi aktivitas ini, adalah dampak dari para investor yang sedang mengamati pasar.

"Sepertinya investor-investor sedang bermain aman dan belum mau menginvestasikan dengan berani karena memang arah pasarnya sekarang ini masih belum jelas. Angka penjualan pemerintah rendah meskipun GDP naik. Yang kami harapkan, kenaikan GDP seharusnya berbanding lurus dengan pengeluaran pemerintah," ujar Taye.

Dari data yang diberikan Daewoo, memang terlihat jelas angka penurunan yang signifikan di kelas Government Spending yang pada kuartal akhir tahun lalu meroket di angka 7,3% YoY, kini jatuh hingga 2,9% YoY. Tidak hanya itu, angka aktivitas pasar investasi juga rendah, dari angka 6,9% YoY di kuartal akhir tahun 2015, kini turun di angka 5,6% YoY.

Per sektornya, Daewoo melihat bahwa saat ini kondisi defensive sectors masih lebih menjanjikan dibandingkan macro cyclical sectors. Macro cyclical sectors, menunjukan performa menurun selama bulan Mei ini, meskipun sektor pertambangan secara keseluruhan terlihat menunjukan kenaikan selama bulan Januari hingga April 2016. Sedangkan sektor defensive seperti consumer goods dan infrastruktur, meski performanya moderat tapi tetap menunjukkan peningkatan dari sisi price performance selama bulan Mei 2016.

Dukungan pemerintah bagi pasar Indonesia melalui paket-paket kebijakan ekonomi dinilai sebagai hal yang positif oleh Taye, tapi dampak dari dibuatnya paket-paket kebijakan tersebut masih belum terlihat. Taye berpendapat bahwa kejelasan akan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) akan membantu sebagai katalis bagi beberapa sektor. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)