Mengapa Perbankan Indonesia Menggiurkan Dunia?

Akhir - akhir ini perkembangan masyarakat kelas menengah di Indonesia cukup pesat. Dan ini adalah potensi pasar yang menggiurkan bagi industri perbankan. Oleh sebab itu, Pahala N Mansury, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri pun mengatakan bank harus bisa melayani masyarakat kelas menengah dengan baik untuk bisa menjadi pemenang dalam memperebutkan pasar kelas menengah itu.

Pahala N Mansury, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri

“Perbankan Indonesia ini adalah betul-betul darling-nya dari sistem perbankan dunia saat ini," sebut Pahala, dalam Seminar dan Award Digital Brand 2012, di Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Perbankan Indonesia dinilai sebagai sesuatu yang menggiurkan karena, pertama, peluang untuk bertumbuh masih besar. Karena, terang Pahala, penetrasi perbankan di masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Di mana masih banyak masyarakat di Tanah Air yang belum terakses ke produk-produk perbankan.

Kedua, dari sisi nasabah, baik itu konsumer, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga korporasi pun terus  tumbuh. Lebih khusus, ia pun menjelaskan perkembangan kelas menengah Indonesia. Pahala menyebutkan, perkembangan kelas menengah bisa dilihat, salah satunya, dari semakin padatnya masyarakat yang menggunakan jasa transportasi udara. Tingkat keterisian pesawat di sejumlah rute semakin tinggi. Dia pun mengatakan, “Ada yang menyebut bahwa kelas menengah Indonesia ini baru memasuki tahap awal.”

Ia pun berpandangan bahwa Indonesia adalah salah satu dari tiga wilayah yang akan berkembang pesat perekonomiannya. Jika dulu perekonomian dunia mengarah ke Eropa dan Amerika Serikat. Maka nantinya, perkembangan ekonomi dunia akan berpusat di greater China, India subcontinent, dan greater Indonesia. Karena, sebanyak 40 persen perekonomian ataupun jumlah penduduk ASEAN ada di Indonesia, maka ia mengatakan, “ASEAN itu bisa dibilang the greater Indonesia.”

Jadi, ia menegaskan, kesempatan besar bagi perbankan untuk bertumbuh ada di Indonesia. Bank-bank domestik pun harus bisa melihat peluang tersebut.  “Kalau bisa dibilang kelas menengah Indonesia baru 40-50 juta saja. Pertumbuhan ke angka 85 juta akan memakan waktu kurang dari 10 tahun mendatang," tegasnya.

“Ini potensi yang luar biasa. Jadi, kalau bank bisa memosisikan dirinya sebagai yang terbaik, yang bisa melayani para kelas menengah ini dalam 3-4 tahun mendatang maka (bank) berpotensi menjadi pemenang dalam tahun-tahun mendatang. Dan, akan sulit sekali bisa digeser posisinya setelah 3-4 tahun mendatang," tandas Pahala. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)