Mengapa Tingkat Kepercayaan Pebisnis Inggris Terhadap Indonesia Turun?

British Chamber of Commerce Indonesia hari ini menyampakan paparannya mengenai tingkat kepercayaan berbisnis di Indonesua. Seratus perusahaan anggota dari British Chamber of Commerce Indonesia telah ikut dalam survei yang dilakukan oleh Kadence. Hasil survei menyebutkan tingkat kepercayaan berbisnis tahun ini dan tahun depan menurun.

Haslam Preeston, Chairman British Chamber of Commerce Indonesia Haslam Preeston, Chairman British Chamber of Commerce Indonesia

Menurunnya tingkat kepercayaan ini disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi makro ekonomi dan politik dalam negeri. Tingkat kepercayaan turun di angka 60%, padahal di tahun 2012 tingkat kepercayaan ada di angka yang cukup baik yaitu 83%. Tak hanya masalah tingkat kepercayaan saja yang turun, angka kemudahan dalam berbisnis juga turun sebanyak 15% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Anggota dari British Chamber of Commerce Indonesia yang ikut dalam survey, memilih bisnis di sektor hotel dan pariwisata sebagai bisnis yang masih menjanjikan. Sektor bisnis ini mendapatkan angka yang cukup tinggi yaitu 83%. Sedangkan bisnis di sektor pertambangan mendapat angka yang cukup rendah 22%.

“Di tengah tantangan ekonomi yang ada, bisnis Inggris tetap memiliki kepercayaan luas dalam menjalankan bisnis di Indonesia. Kami berharap untuk tetap bisa melanjutkan investasi, menumbuhkan tenaga kerja, serta meningkatkan pendapatan di tahun yang akan datang,” ujar Haslam Preeston, Chairman British Chamber of Commerce Indonesia

Penurunan yang terjadi di berbagai indicator tetap menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas investasi asing langsung. Di dalam kesembatan yang sama Haslam Preeston menyampaikan beberapa usulan agar tingkat kepercayaan meningkat tahun depan. Diantaranya adalah menyerdahakan layanan pemerintah dan mengeksekusi proyek kunci infrastruktur. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)