Menkeu Optimistis Inflasi 2014 Membaik

Pada awal bulan Januari ini, Badan Pusat Statistik merilis data bahwa tingkat inflasi pada Desember 2013 dibandingkan bulan yang sama tahun 2012 (yoy) sebesar 8,38 persen. Realisasi tersebut ternyata lebih rendah dari apa yang diprediksi oleh pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan. Chatib Basri, Menteri Keuangan, berujar, pihaknya sempat memprediksi bahwa inflasi bakal melejit hingga di kisaran 9-9,8 persen, sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Teman-teman masih ingat ketika di DPR, bulan Oktober, September, Agustus, kami masih bicara mengenai outlook inflasi sampai 9-9,8 persen, karena kenaikan harga BBM diikuti dengan inflasi dari makanan yang overshoot. Akibatnya, pada waktu itu, kami bicara (angka inflasi bisa mencapai) 9-9,8 persen. Saya sendiri pun waktu itu mengatakan inflasi kita paling optimis 9 persen," terang Chatib dalam konferensi pers mengenai "Evaluasi Perkembangan Perekonomian Global dan Domestik 2013, serta Kinerja Realisasi APBNP 2013," di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (6/1/2014).

menteri keuangan chatib

Pada bulan Juni lalu, pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi, seperti jenis premium, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liternya. Sedangkan harga solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter. Dampak dari kenaikan harga BBM ini tentunya menjalar hingga ke harga barang kebutuhan pokok, seperti makanan.

Pemerintah, kata Chatib, pun bergerak cepat dengan sejumlah kebijakan. Ia mengatakan, "Tetapi kemudian diambil beberapa langkah-langkah yang berkaitan terutama dengan makanan. Langkah-langkah itu adalah membuka pembatasan impor kuota untuk makanan, yang dilakukan di dalam bawang, daging, yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan, sebagai hasil dari keputusan sidang kabinet untuk mengantisipasi, untuk mengurangi inflasi."

Apa dampak dari langkah-langkah tersebut? Mantan Kepala BKPM ini menuturkan, inflasi berada di angka 8,38 persen. Atau, di bawah dari yang telah diprediksikan. "Sekarang bisa dilihat inflasi berada di 8,38 persen," tegas dia.
tabel inflasi

Apakah angka inflasi 2013 tersebut terbilang tinggi atau tidak? Menurut dia, cara yang paling tepat adalah membandingkannya dengan tahun-tahun di mana harga BBM dinaikkan. Pada tahun 2005, harga BBM mengalami kenaikan sebanyak 120 persen, dan inflasinya tercatat 17 persen. Tahun 2008, harga BBM naik 30 persen, dan inflasinya mencapai 11 persen. Dan tahun ini, harga BBM naik 44 persen, sedangkan inflasinya 8,38 persen. "Jadi, sekali lagi, ini adalah pertama kali di mana tahun harga BBM dinaikkan, inflasi bisa di bawah 10 persen," tutur Chatib.

"Kalau saya lihat dari tren ini, maka bukan tidak mungkin inflasi membaik di tahun 2014," pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)