Millennials Indonesia Punya Orientasi Tinggi untuk Berbisnis

Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia

Indonesia mempunyai 5,1 juta millennials, atau bisa disebut sebagai generasi Y, yakni kaum muda yang berusia 18-28 tahun. Dan, berdasarkan survei mengenai “Connecting with the Millennials” yang dilakukan Visa, generasi Y di Indonesia ternyata memiliki orientasi yang tinggi untuk berbisnis.

“Jadi, sifat mereka, salah satunya mereka itu berniat menjadi pengusaha,” jelas Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Visa melakukan survei mengenai “Connecting with the Millennials” pada Juni-Juli 2011. Objek survei adalah masyarakat yang berumur 18-28 tahun. Di Indonesia, survei pun dilakukan hanya di sejumlah kota besar terhadap 500 responden. “Jumlahnya (millennials) di Indonesia ada 5,1 juta. Itu hanya di kota-kota besar,” sebut dia.

Millennials ini mempunyai karakteristik utama yakni menggunakan alat komunikasi, media, dan teknologi digital yang cukup tinggi. Di Indonesia, para millennials sangat aktif dan selalu terhubung dengan dunia luar. Teknologilah yang membantu mereka melakukan itu.

Uniknya, millennials Indonesia memilih keluarga sebagai pusat pertimbangan dari pengambilan keputusan mereka.  Dalam survei itu diketahui bahwa millennials Indonesia adalah millennials yang paling berbakti kepada keluarga. Mayoritas dari mereka yaitu 91 persen, memberikan kontribusi finansial kepada orang tua dan keluarga mereka. “Kekeluargaan mereka lebih kuat daripada yang lain,” sambungnya.

Selain itu, kaum muda Indonesia ini juga memiliki orientasi yang tinggi terhadap bisnis. Bisa dilihat dari proporsi wirausaha yang ada saat ini. Dari survei, sebanyak 32 persen responden Indonesia sudah menjalankan bisnis mereka sendiri, dan 83 persen dari responden yang belum memiliki bisnis sendiri, tapi berniat untuk membuka bisnis di masa depan. Karakteristik ini menjadi salah satu hal yang positif mengingat porsi wirausaha terhadap total populasi di Tanah Air masih kecil.

Bila mengacu pada data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, kontribusi wirausaha masih 1,56 persen dari total populasi. Sementara di Singapura sudah 7 persen dan Malaysia sebesar 5 persen.  Padahal, menurut David McLelland, sosiolog dari Amerika Serikat, sebuah negara minimal harus mempunyai 2 persen wirausaha dari total populasi untuk mendukung pertumbuhan ekonominya.

Oleh sebab itu, menurut Ellyana, keberadaan generasi Y ini akan melahirkan wirausaha-wirausaha baru. “Saat ini Indonesia telah memiliki jumlah wirausaha yang mengagumkan yaitu dua kali lipat dari angka regional (15 persen). Merupakan hal yang menggembirakan bahwa kita akan memiliki wirausaha-wirausaha baru dari generasi ini, karena Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha lokal untuk membantu pertumbuhan ekonomi,” tandas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)