MTSI 2015: Total Pengeluaran Turis Muslim US$ 62 Miliar

MTSI 2015 merupakan penelitian terbaru yang merupakan hasil kolaborasi antara MasterCard dan CrescentRating  menyusul peluncuran Global Muslim Travel Index (GMTI) 2015 pada awal tahun ini.MTSI 2015 melihat secara mendalam pada data-data mengenai wisata belanja muslim dari 40 kota di dunia dan membuat sebuah indeks menyeluruh berdasarkan sejumlah kriteria.

Pusat Perbelanjaan di Dubai Pusat perbelanjaan di Dubai

Ini merupakan insight (temuan) terperinci pertama kalinya mengenai perilaku berbelanja konsumen dari wisatawan muslim. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengeluaran belanja para turis muslim tersebut pada  2014 mencapai US$36 miliar, sementara pengeluaran untuk makan mencapai US$26 miliar.

“MTSI 2015 merupakan sebuah pelengkap yang sempurna bagi GMTI 2015 yang telah kami luncurkan pada awal tahun ini. Penelitian ini juga memperkenankan kami untuk menyediakan gambaran penuh mengenai bagaimana wisatawan Muslim membelanjakan uang mereka saat travelling, ” Fazal Bahardeen, CEO Crescent Rating & HalalTrip, menjelaskan.

Ke 40 kota internasional yang tercakup dalam MTSI 2015 diberi skor melalui satu set matriks yang komprehensif, meliputi kesesuaian kota tersebut sebagai destinasi berbelanja, layanan dan fasilitas yang ramah terhadap wisatawan Muslim, serta kemudahan saat travelling. Setiap kriteria kemudian ditimbang untuk membentuk nilai indeks secara keseluruhan.

Hasil MTSI 2015

MasterCard-CrescentRating Muslim Shopping Travel Index 2015 (MTSI 2015) mengungkapkan bahwa total pengeluaran wisatawan Muslim secara global untuk berbelanja dan makan adalah sebesar US$ 62miliar.

Saat ini, kota-kota di wilayah Asia Pasifik telah termasuk sebagai pilihan destinasi belanja pertama bagi para turis Muslim berdasarkan sebuah laporan yang juga menyediakan informasi rinci mengenai perilaku pengeluaran para turis Muslim saat melakukan perjalanan (travelling).

Kuala Lumpur menempati posisi kedua secara keseluruhan pada MTSI 2015 dengan Singapura di posisi ketiga, sedangkan Dubai menempati posisi pertama. Selain itu, 14 kota di Asia Pasifik masuk ke dalam daftar 40 negara destinasi tertinggi secara keseluruhan.

Dubai menduduki peringkat teratas dari Muslim Travel Shopping secara keseluruhan, yakni dengan 79.5 poin, diikuti oleh Kuala Lumpur dengan 73.3 poin. Singapura memperoleh 71.6 poin dalam laporan tersebut, menjadikannya peringkat pertama untuk kategori kota-kota non-OIC dan menduduki peringkat ketiga dari daftar keseluruhan Muslim Travel Shopping.

Bali juga masuk ke dalam peringkat 10 teratas dengan nilai 58.2 poin, diikuti dengan Penang dengan 56.9 poin. Secara total, Asia Pasifik memberikan kontribusi sebanyak 14 kota ke dalam daftar 40 kota dengan peringkat tertinggi dalam indeks tersebut.

Satu hal yang signifikan dari MTSI 2015 ialah banyak negara-negara non-OIC yang berhasil memasuki daftar 40 kota tersebut. Singapura termasuk di dalam lima destinasi dengan peringkat tertinggi secara keseluruhan yang menjadikannya pilihan pertama bagi wisatawan muslim untuk berbelanja. Hal ini kemudian juga mengungkap potensi dari negara non-OIC bagi wisatawan muslim, di mana tercatat 25 negara masuk ke dalam daftar destinasi muslim.

MTSI 2015 akan diperbarui setiap tahun dan akan memuat lebih banyak lagi kota-kota yang akan di rilis pada masa mendatang. Awal tahun ini, GMTI 2015 menunjukkan bahwa pada tahun 2014, segmen wisata muslim memiliki nilai sebesar US$145 miliar dengan jumlah 108 juta wisatawan muslim, mewakili 10% dari keseluruhan sektor travel. Angka ini diprediksi akan tumbuh menjadi 150 juta pada tahun 2020 atau sebesar 11% dari segmen pasar tersebut dengan nilai pasar yang diproyeksikan akan tumbuh menjadi $200 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)