ASEAN Mendominasi Daftar Pertumbuhan Brand Negara Tercepat

Brand Finance, sebuah konsultan valuasi brand yang berkantor di Singapura untuk wilayah Asia Pasifik, dan berkantor pusat di London mengeluarkan laporan Nation Brands tahun 2013 yang mengukur peringkat negara berdasarkan brand negara mereka.

Dengan menggunakan analisis brand yang digunakan untuk perusahaan, The Brand Finance Nation Brands menyediakan laporan komprehensif mengenai negara dengan nilai brand terdepan di dunia yang merupakan dampak dari reputasi negara, citra terhadap pemerintah, investor, pelajar dan konsumen.

Dari laporan yang dirilis, negara-negara Asia Tenggara melonjak naik pada tabel Nations Brand League, mendominasi daftar pertumbuhan tercepat. Adapun posisi Indonesia di lingkup Asia Tenggara adalah peringkat ketiga, di bawah Singapura dan Thailand. Sementara itu, posisi di bawah Indonesia ditempati Malaysia, Filiphina, Vietnam dan Brunei. Indonesia telah naik 30% dengan performa tata kelola perusahaan yang meningkat dan tingkat korupsi yang menurun. Selain itu, Indonesia juga berada pada posisi top 10 yang paling berkembang untuk kategori Investasi serta Barang dan Jasa dalam Indeks Kekuatan Brand sebesar $339 triliun.

New Picture

Menurut Galih Rangha, Deputy Managing Director Brand Finance Indonesia, seberapa baik dan kuatnya sebuah brand negara tidak sepenuhnya bergantung pada aspek pariwisata, tetapi juga aspek lain seperti bisnis, masyarakat dan produk-produk negara itu sendiri. “Elemen-elemen ini salin bergantung dan saling membentuk dan memengaruhi nilai dari brand suatu negara,” ujar Galih.

Lebih lanjut ia mengatakan, belakangan Indonesia terlihat agresif mengkampanyekan keterbukaan investasi terhadap negara global kepada media asing dan lokal. Hal Ini mempengaruhi performance Indonesia untuk 10 negara yang paling berkembang untuk kategori ‘investasi’ serta ‘barang dan jasa’ dengan kenaikan 4% dan 3%. Galih menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hasil positif dari branding Indonesia, tetapi meski demikian banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan aspek-aspek lain agar dapat bersaing dengan negara global lainnya.

Sementara itu, Samir Dixit, Managing Director Brand Finance Asia Pasific menyebutkan bahwa sebuah brand negara yang kuat akan berkontribusi menyukseskan brand lokal negara tersebut. “Brand negara yang kuat juga dapat membantu mengarakan preferensi global dalam berbagai proyek dan inisiatif yang melibatkan negara. Brand negara yang kuat merupakan simbol dari keseluruhan kesuksesan dan pertumbuhan negara dimana harus diarahkan secara strategis dengan menggunakan pendekatan terstruktur,” ungkapnya.

Menurut perikiraan Brand Finance, brand negara yang kuat dapat menambahkan sebanyak 1% hingga 5% untuk GNP. “Dalam situasi perekonomian saat ini, tidak ada pemerintahan yang dapat mengacuhkan branding sebagai instrument dari kebijakan ekonomi,” tambah Samir. Penjelasan Samir Dixit ini senada dengan apa yang disampaikan David Haigh, CEO Brand Finance, “Brand yang kuat telah menjadi faktor penentu dalam kesuksesan di iklim ekonomi saat ini. Brand yang dikelola dengan baik dapat memberikan pengaruh penting yang dibutuhkan untuk berkembang. Berbagai negara dapat mengadopsi teknik yang sama untuk mengkapitalisasi pertumbuhan ekonomi yang datang dengan posisi yang tepat dari sebuah brand negara.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)