Nielsen: Belanja Iklan Kuartal III Tumbuh 3%

Pertumbuhan belanja iklan di kuartal tiga tahun ini masih menunjukkan tren positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 3% untuk total TV dan media cetak. Secara keseluruhan, sepanjang semester I tahun 2015 total belanja iklan meningkat sebesar 4%. Hasil tersebut didapat dari survei yang dilakukan oleh Nielsen Indonesia.

Informasi belanja iklan dikumpulkan dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Mencakup 15 stasiun TV, 101 surat kabar dan 133 majalah dan tabloid. Semua angka didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, promo, dll.

media untuk beriklan (doc.istimewa) media untuk beriklan (doc.istimewa)

“Dibandingkan dengan tahun 2014, tahun ini memang terjadi penurunan belanja iklan yang signifikan pada kuartal ke dua, dari 12% menjadi 6%. Kampanye pemilihan presiden menjadi faktor pembeda yang sangat kuat, di mana tahun lalu kampanye politik merupakan pendorong utama pertumbuhan belanja iklan,” tutur Hellen Katherina, Direktur Media Nielsen Indonesia. Namun pada kuartal III tahun  tahun ini kami melihat tanda-tanda pemulihan belanja iklan,” tambahnya.

Dari sisi kategori produk, sepanjang Januari-September 2015 kategori pemerintahan dan organisasi politik memberikan kontribusi yang paling tinggi untuk nilai belanja iklan yaitu Rp4,6 Triliun, walaupun pertumbuhannya menurun 15%. Di urutan berikutnya pada periode yang sama adalah produk perawatan rambut dengan total belanja iklan sebesar Rp3,4 Triliun.

Adapun beberapa kategori utama yang mendorong pertumbuhan diantaranya adalah layanan online yang tumbuh 50% menjadi Rp2,3 triliun sepanjang Januari-September 2015, susu pertumbuhan yang tumbuh sebesar 44% menjadi Rp 2,1 triliun, serta rokok kretek yang belanja iklannya meningkat sebesar 30% menjadi Rp 3,3 triliun.

Sementara itu jika dilihat dari merek-merek yang beriklan baik di TV maupun media cetak, dua merek mi instan terbesar yaitu Indomie dan Mie Sedaap menjadi kontributor tertinggi dengan total belanja iklan masing-masing sebesar Rp 723 miliar dan Rp 571 miliar.

Berada di bawah dua merek tersebut, Traveloka turut menjadi kontributor belanja iklan utama dengan nilai Rp 547 miliar. merek ini juga menunjukkan pertumbuhan belanja iklan yang tinggi yaitu sebesar 702 % hingga akhir September.

Selain itu, Tokopedia memberikan pertumbuhan yang sangat signifikan yaitu sebesar 1582% menjadi Rp 355,7 miliar untuk periode Januari-September 2015. Dengan nilai tersebut, Tokopedia menduduki urutan 9 dalam daftar merek-merek yang paling banyak beriklan di TV dan media cetak.

Jika dilihat dari jenis medianya, pertumbuhan belanja iklan di periode Januari-September 2015 lebih didorong oleh pergerakan yang positif di TV yaitu secara agregat meningkat sebesar 8%. Adapun sebaliknya media cetak menunjukkan penurunan, di mana belanja iklan koran turun sebesar 6% dan majalah turun sebesar 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)