Nielsen: Indonesia Pasar Paling Optimistis Tahun 2013

Setelah melewati tahun 2013 yang cukup berat, Indonesia tetap menjadi pasar yang paling optimistis  di kuartal keempat 2013. Kepercayaan konsumen di wilayah Asia Tenggara pada kuartal keempat 2013 terus menjadi yang teratas secara global, meskipun cenderung mendatar pada kuartal terakhir, demikian menurut Global Consumer Confidence Index terkini dari Nielsen, perusahaan global penyedia informasi dan insights mengenai apa yang konsumen tonton dan beli.

konsumsi

“Pola optimisme konsumen yang telah kita lihat di masa lalu pada saat menjelang pemilu kini terjadi kembali dengan meningkatnya kepercayaan diri sebanyak 4 poin dibandingkan kuartal sebelumnya,” ujar Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia.

Pada kuartal ketiga kita melihat sedikit penurunan menyusul dampak dari kenaikan harga bahan bakar dan akibatnya pada lonjakan inflasi. Namun demikian pada kuartal keempat kepercayaan diri konsumen menguat dan kembali pada tingkat yang tinggi seperti pada kuartal kedua. Ini merupakan kabar baik bagi para peritel karena mengindikasikan kecenderungan konsumen untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan dan inginkan.

Menurut Survei Online Global Nielsen Consumer Confidence and Spending Intentions, Indonesia mencatat indeks tertinggi secara global yaitu 124 pada kuartal keempat 2013 (naik empat poin dari kuartal sebelumnya dan 26 poin di atas rata-rata global yang sebesar 94), diikuti oleh Filipina dan Thailand yang juga berada diantara negara-negara yang paling optimistis meskipun terjadi sedikit penurunan selama dua kuartal terakhir. Kepercayaan konsumen di Filipina turun empat poin menjadi 114 di kuartal keempat 2013 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dan Thailand juga mencatat penurunan tiga poin menjadi 109. Malaysia turun tiga poin menjadi 108, sementara Vietnam meningkat satu poin menjadi 98, dan Singapura turun satu poin menjadi 97.

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions yang diselenggarakan Nielsen  sejak tahun 2005 mengukur kepercayaan diri konsumen, kekhawatiran utama konsumen, dan keinginan untuk berbelanja pada lebih dari 30,000 koresponden yang memiliki akses internet di 60 negara. Tingkatan consumer confidence diatas dan dibawah angka standar 100 merupakan indikasi mengenai kadar optimisme dan pesimisme.

Konsumen online Indonesia memperlihatkan kepercayaan diri yang tinggi mengenai keadaan keuangan pribadi mereka untuk 12 bulan ke depan, dimana 84% menyatakan bahwa keadaan keuangan pribadi mereka Baik atau Sangat Baik. Respon yang serupa terlihat pada kepercayaan diri mengenai prospek pekerjaan lokal. “Kepercayaan diri konsumen mengenai prospek kerja lokal dalam 12 bulan ke depan kuat dengan 74% responden online mengatakan bahwa prospek kerja tersebut Baik atau Sangat Baik”, tutur Catherine.

Meskipun gemar menabung, terjadi penurunan pada keinginan untuk mengalokasikan dana cadangan untuk menabung pada kuartal keempat 2013 (72%) dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (76%) pada konsumen online Indonesia. Sementara itu, keinginan untuk membelanjakan dana cadangan untuk berlibur meningkat 5 poin dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini sejalan dengan tren Global dan Asia Pasifik, dimana Menabung dan Berlibur menempati dua urutan teratas dalam keinginan konsumen untuk membelanjakan dana cadangan mereka. “Sebagian besar konsumen masih mengalokasikan dana cadangan untuk menabung, namun terlihat ada peningkatan proporsi konsumen yang mengatakan bahwa mereka ingin membelanjakan sebagian dana cadangan mereka untuk berlibur. Hal ini sangat didorong oleh terjangkaunya biaya perjalanan dengan pesawat udara, yang membuat perjalanan domestik dan internasional menjadi sangat mudah selama musim liburan”, jelas Catherine.

Dengan semakin dekatnya pemilu presiden, kekhawatiran mengenai stabilitas politik meningkat. Pada kuartal ketiga 2013, stabilitas politik berada pada urutan ketiga dalam kekhawatiran utama konsumen, dimana 14% mengatakan bahwa stabilitas politik adalah kekhawatiran mereka yang utama atau kedua terbesar. Sedangkan pada kuartal keempat 2013, stabilitas politik naik di urutan kedua, dengan 18% responden mengatakan bahwa menjadi kekhawatiran mereka yang utama atau kedua terbesar.

“Konsumen Indonesia memiliki kekhawatiran mengenai stabilitas politik menjelang pemilu presiden, dan hal ini kemungkinan akan terus berlangsung sepanjang 2014. Namun demikian, tampaknya kekhawatiran tersebut tidak berdampak pada kepercayaan diri konsumen dan niat mereka untuk berbelanja. Karena itu kami yakin bahwa prospek bisnis dan industri di 2014 akan tetap cerah”, Catherine menyimpulkan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)