Orang Indonesia Paling Rajin Menabung

"Orang Indonesia paling rajin menabung." Itulah kesimpulan yang diperoleh Nielsen dari Survei Kepercayaan Konsumen kuartal keempat 2012. Meskipun indeks survei turun 2 poin dibanding kuartal 3, angka tersebut menunjukkan situasi keuangan personal yang baik dan stabil sejak 2010. Terbukti 78% responden survei online ini yakin dengan keuangan mereka hingga tahun mendatang. Bahkan bila dibandingkan negara lain, masyarakat Indonesia lebih rajin menabung, mempersiapkan masa depannya.

Survei Kepercayaan Konsumen lebih lanjut membedah keyakinan masyarakat terhadap ketersediaan pekerjaan. Sekitar 64% netizen percaya akan ketersediaan pekerjaan di Indonesia hingga tahun depan. Selain itu, 54% responden online ini optimistis  bahwa 2013 adalah tahun yang tepat untuk membeli barang-barang yang selama ini mereka inginkan.

Hal tersebut tidak terlalu mengherankan, lantaran netizen Indonesia memiliki simpanan uang yang tidak sedikit. Dari 500 responden yang disurvei, 74% menabung uangnya. Ini merupakan presentase tertinggi di antara masyarakat di negara-negara Asia Pasifik lainnya. Bahkan, di Selandia baru hanya 33% netizen yang mempunyai tabungan, sementara Australia 44%. Apabila dilihat secara keseluruhan, 58% masyarakat online saja di Asia Pasifik yang menabung. Artinya, orang Indonesia lebih sadar pentingnya menabung dibanding masyarakat Asia Pasifik umumnya.

Tak hanya menabung, 35% netizen Indonesia menyisihkan uangnya untuk berlibur, dan 30% berinvestasi di bursa saham. “Orang Indonesia biasanya menabung untuk uang sekolah atau kuliah kelak,” papar Managing Director Nielsen Indonesia, Catherine Eddy, “Di Australia ada jaminan sosial dari pemerintah. Ketika mereka kehilangan pekerjaan, mereka masih bisa mengandalkan pemerintah.”

Catherine pun mengungkapkan meningkatnya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk asuransi. “Kalau bicara 5 sampai 10 tahun lalu, asuransi bukan hal biasa. Tapi sekarang mulai banyak yang berasuransi untuk mobil, rumah, kesehatan, macam-macam,” tandasnya.

Ia berpandangan orang Indonesia memikirkan masa depannya. Hal tersebut terlihat dari fakta bahwa 19% respondennya berinvestasi pada dana pensiun. Dari 7014 responden Asia Pasifik, hanya 12% yang melakukan hal tersebut. Bahkan di negara maju seperti Jepang, tak lebih dari 4% responden investasi untuk hari tua. Tak jauh berbeda dengan Australia, 7% netizen saja yang berinvestasi. “Seingat saya, di Australia ada semacam peraturan 17% dari gaji dibayarkan untuk pensiun, dan itu tidak bisa diambil sampai mereka pensiun kelak,” kata Catherine yang merupakan warga negara Australia.

Yang tak kalah menarik, di antara 500 responden Indonesia, hanya 10 orang atau 2% responden yang mengaku tidak memiliki simpanan uang. Padahal apabila dibandingkan responden Asia Pasifik, ada 8% yang tidak menabung. Di Selandia Baru bahkan 21% responden tidak menyimpan uangnya. Hal ini mengindikasikan kemampuan menabung orang Indonesia yang tidak bisa diragukan. “Ini bisa jadi kabar bagus untuk inverstor luar. Situasi konsumen Indonesia sangat positif.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)