Pandemi Buat Tren Belanja Online Berubah

Sepanjang Ramadan, Tokopedia berkolaborasi dengan mitra strategis, termasuk pemerintah dan pegiat usaha lokal dari berbagai industri

Walau di tengah pandemi, antusiasme masyarakat dalam merayakan Ramadan terbilang tinggi. Hal ini terungkap dari beberapa temuan Tokopedia terkait tren belanja masyarakat sepanjang Ramadan.

Data internal Tokopedia menyebutkan bahwa kategori Makanan dan Minuman, Rumah Tangga, Kesehatan, dan Elektronik menjadi empat kategori paling populer selama Ramadan. Pada kategori Makanan dan Minuman, buah kurma, olahan daging, buah-buahan seperti jeruk dan alpukat, hingga kopi kemasan merupakan produk yang paling banyak dibeli.

“Selain berburu kopi, berkebun juga menjadi kegiatan yang sangat digemari masyarakat di tengah PSBB selama Ramadan. Terlihat dari meningkatnya penjualan produk tanaman, pot dan tempat penyimpanan pada kategori Rumah Tangga,” jelas VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak.

Selama Ramadan di tengah PSBB, pola masyarakat dalam bekerja hingga mencari hiburan pun cenderung bergeser. Data internal Tokopedia memperlihatkan bahwa pada kategori Elektronik, earphone, lampu bohlam dan speaker adalah produk yang paling diburu.

Selain itu, kategori Kesehatan masih menjadi salah satu kategori yang meningkat signifikan. Produk paling diminati mencakup vitamin, peralatan P3K dan masker mulut. Imbauan PSBB di sisi lain mendorong masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, termasuk dalam membayar tagihan listrik. Jumlah tagihan listrik yang tercatat dibayarkan melalui Tokopedia bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 3,5 juta rumah selama satu bulan.

Penerapan PSBB juga membuat banyak festival atau bazar yang sebelumnya diadakan sebagian sampai sepenuhnya secara offline, disesuaikan menjadi festival atau bazar yang digelar sepenuhnya secara online. Salah satu contohnya Bazar Buku Big Bad Wolf, Semasa di Tokopedia, Jakarta Sneakers Day (JSD), Festival Santapan Lezat dan sebagainya.

"Bazar buku terbesar di dunia, Bazar Buku Big Bad Wolf, hadir untuk pertama kalinya secara online dan ekslusif di Official Store Tokopedia pada 27 April-3 Mei 2020. Berhasil menjual belasan ribu buku hingga habis pada hari ketiga," ujar Nuraini.

Di kategori fashion, Jakarta Sneakers Day (JSD) tahun ini juga digelar online melalui Tokopedia pada 28-29 Maret 2020. Lebih dari 98 merek terkurasi berpartisipasi dan mencatatkan peningkatan transaksi lebih dari 5 kali lipat dibanding hari biasa. Di ajang kali ini, JSD juga menyiapkan segmen khusus yang mengangkat merek lokal yang tengah naik daun, dengan rata-rata setiap produknya terjual setiap 5 detik dalam kurun waktu 4 jam.

Dari kategori kuliner, setiap akhir minggu pada Mei-Juni 2020, Tokopedia menggelar Festival Santapan Lezat; festival makanan dan minuman online dari Tokopedia yang menggandeng lebih dari 500 penjual dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah dampak positif dirasakan oleh penjual yang berpartisipasi, mulai dari peningkatan penjualan sampai dengan eksposur kepada pembeli yang lebih luas.

Pandemi ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam beribadah dan berbagi kebaikan dari rumah sepanjang Ramadan. “Hal ini terlihat dari total jumlah donasi dan zakat yang terkumpul lewat Tokopedia melampaui Rp13 miliar,” kata Nuraini.

Jumlah Zakat Fitrah yang dibayarkan masyarakat melalui Tokopedia, misalnya, setara dengan hampir 100 ton beras. Sedangkan jumlah Zakat Mal terkumpul meningkat sebesar 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Antusiasme masyarakat beribadah dengan memanfaatkan kanal daring pun meningkat signifikan. “Jumlah pengguna fitur Al-Qur’an digital, misalnya, mengalami kenaikan menjadi 3 kali lipat selama periode Ramadan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” tambahnya.

Tokopedia juga menemukan bahwa silaturahmi online menjadi alternatif masyarakat untuk merayakan Ramadan bersama kerabat di tengah pandemi. “Terbukti dari jumlah pulsa yang terjual setara dengan pulsa yang dapat digunakan seluruh masyarakat Indonesia untuk bersilaturahmi melalui panggilan video selama 30 menit,” jelas Nuraini.

Masyarakat juga memilih memanfaatkan platform daring untuk mengirim kue kering dan parsel selama Ramadan. Data Tokopedia mengungkapkan bahwa jumlah telur yang dibutuhkan untuk membuat kue kering, yang terjual selama Ramadan, jika ditumpuk setara dengan 8 kali lipat tinggi Pegunungan Jayawijaya. Parsel, di sisi lain, menjadi produk paling diburu saat Flash Sale Bagi-bagi Semangat Ramadan yang diadakan Tokopedia pada 4 dan 11 Mei 2020.

Nuraini mengatakan, Tokopedia kedepannya akan tetap fokus membantu pemerintah memulihkan ekonomi di tengah pandemi. Salah satunya dengan mengakselerasi adopsi digital bagi sebanyak-banyaknya pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, agar dapat beradaptasi terutama berkaitan dengan normal baru.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian, untuk itu kami ingin terus memberikan panggung seluas-luasnya kepada mereka demi mendorong pemulihan perekonomian nasional. Beradaptasi dengan terus berinovasi dan berkolaborasi adalah kunci menjawab pandemi,” tutur Nuraini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)