Paska Bom Sarinah, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi setelah terjadinya pengeboman di depan Sarinah, Jl MH.Tahmrin, Jakarta Pusat hari ini. Indeks turun -23 poin (-0,53%) ke 4.513 setelah bergerak di antara 4.456-4.526. Sebanyak 81 saham naik, 184 saham turun, 78 saham tidak bergerak, dan 220 saham tidak ditransaksikan.

Hari ini, investor membukukan transaksi sebesar Rp6 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp5,22 triliun dan negosiasi Rp828,15 miliar. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp368,38 miliar.“Sebanyak delapan indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun -1,71% dan sektor infrastruktur yang turun -1,29%,” ungkap analis dari divisi riset Mandiri Sekuritas.

Saham di sektor industri dasar yang paling terkoreksi adalah PT Arga Karya Prima Industry Tbk (AKPI, Rp855) yang turun -9,52% dan PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA, Rp70) yang turun -4,11%. Di sektor infrastruktur, saham yang paling melemah adalah PT Trans Power Marine Tbk (TPMA, Rp205) sebesar -9,69% dan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA, Rp107) sebesar -9,32%.

saham

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar -1,93%, indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar -0,85%, dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terkoreksi sebesar -0,59%. Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun -1,68%, DAX di Jerman yang melemah -2,05%, dan CAC di Perancis yang terkoreksi -2,14%.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar -71 poin (-0,52%) ke Rp13.906 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.821-Rp13.981. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)