Pemerintahan, Pemilukada, Kopi dan Teh Dongkrak Belanja Iklan

Periode tengah tahun pertama 2013 ini belanja iklan Indonesia tercatat Rp 51,16 triliun, naik 25 persen dari periode yang sama tahun 2012 yang nilainya Rp 40,92 triliun. Sementara, volume iklan bertambah 6% dari 3,3 juta spot menjadi 3,5 juta spot di TV, surat kabar, tabloid dan majalah. Data Nielsen Audience Measurement tersebut diperoleh dari hasil monitoring Nielsen terhadap 24 stasiun TV terrestrial, 95 koran dan 163 majalah tabloid. Ini merupakan gross rate card tanpa memperhitungkan promosi, diskon atau paket iklan lainnya.

media_iklanPertumbuhan Rp 10,24 triliun ini ternyata didorong oleh iklan pemerintah dan partai politik. Saat ini banyak calon kepala daerah, depertemen dan partai politik beriklan di stasiun TV. Semester I 2013 kelompok ini mengeluarkan dana untuk iklan sebesar Rp 2,72 triliun, naik 56% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Iklan pemilukada saja tercatat sebanyak Rp 347,5 miliar, tumbuh 293% dari periode sebelumnya.

Seperti tahun sebelumnya TV masih mengambil porsi iklan terbesar, 68% kue iklan atau Rp 34,79 triliun berasal dari TV. Selain mengambil porsi terbesar, iklan TV juga mengalami pertumbuhan paling signifikan yaitu 32%. Semester I tahun lalu iklan Tv hanya Rp 26,19 triliun.

Koran mengambil 30% porsi iklan nasional yaitu sebesar Rp 15,35 triliun. Tahun ini iklan di surat kabar tumbuh 15% atau naik Rp 1,84 trililun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya majalah dan tabloid hanya menguasai 2% angka belanja iklan nasional Rp 1,02 triliun. Turun dari tahun lalu yang mengambil porsi 3%. Selain itu iklan di kelompok media ini mengalami penurunan pertumbuhan -5%. Tahun lalu iklan di kelompok majalah dan tabloid di angka Rp 1,23 triliun.

Yang unik, Pemerintah Daerah Riau ikut beriklan di periode ini yaitu sebesar Rp 182,82 miliarĀ  padahal periode yang sama 2012 sangat kecil.

Selain kelompok di atas yang juga mendongrak belanja iklan adalah rokok dan produk perawatan rambut Rp Rp 1,68 triliun dan Rp 2,19 triliun tumbuh 47% dan 21% dari periode sebelumnya.

Kelompok yang mengalami pertumbuhan iklan paling besar adalah kopi dan the. Banyaknya produk yang baru diluncurkan mendongkrak iklan di kelompok ini. Kedua jenis minuman ini mengeluarkan belanja iklan Rp 1,62 triliun tumbuh 136% dari semester I 2012. Sebanyak 98% dialokasikan di TV.

Karena iklan ini adalah produk baru maka sebanyak 98% dialokasikan di TV untuk membentuk awareness, dan 37% di antaranya ditempatkan pada jam tayang utama antara pukul 18.00 hingga 22.00 lebih banyak pada program film.

Di antara produk the dan kopi yang jor-jor beriklan adalah Top Coffee. Wings Food yang empunya merek sampai merogoh kocek Rp 205,84 miliar naik hampir 2 kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian 3 merek besutan Mayora yaitu Kopi Ayam Merak, Kopiko White Coffee dan Teh Pucuk Harum. Mayora Indah mengalokasikan iklan untuk masing-masing merek ini sebesar Rp 161 miliar, Rp 105 miliar dan Rp 205 miliar.

Siti Sumariyati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)