Pemilu 2014, Berkah Bisnis Mesin Cetak

Pemilihan umum 2014 diprediksi membawa angin segar bagi bisnis mesin cetak alias printer. Pasalnya, kampanye visual dua dimensi di atas kertas akan sangat menyita tenaga printer hingga permintaan pasar pun meningkat. Tak heran bila pengiriman printer ke Indonesia diprediksi meningkat di atas 10%.

Pameran mesin percetakan/printer yang selalu diminati konsumen

Prediksi tersebut disampaikan Senior Market Analyst dari International Data Corporation (IDC) Indonesia untuk Imaging, Printing, & Document Solutions, Gian Carlo Binti. “Inkjet market kami prediksi pertumbuhannya 10,4%,” ungkapnya. Lebih lanjut Gian menuturkan bahwa pasar printer-based laser akan tumbuh 13,5% sedangkan copier-based laser 11%.

Terkait pemilihan umum 2014, kegiatan mencetak akan lebih banyak dilakukan departemen atau institusi terkait. Segmen tersebut merupakan pasar printer laser. Sementara printer inkjet lebih banyak digunakan kalangan personal (home user) dan UKM.

“Selain itu ada satu vendor yang tahun shipment-nya berkurang 50% dari sebelumnya,” tambah Gian. Pemangkasan tersebut dilakukan sebagai strategi internal perusahaan untuk mendongkrak revenue. Meski inkjet laris manis di pasaran, penjualannya tak terlalu menguntungkan pihak vendor. Tak ayal vendor pun mengatur strategi untuk fokus di penjualan printer multifungsi yang dapat digunakan untuk mencetak, scan, copy, dan fax sekaligus.

Bila dibandingkan tahun 2011 lalu, pertumbuhan pengiriman printer inkjet hanya di kisaran 4,5% dan printer laser sekitar 10%. Dalam pembicaraan di telepon dengan SWA Online, Gian mengungkapkan bahwa printer inkjet saat ini sudah banyak dimiliki masyarakat sehingga pertumbuhannya tidak akan sesignifikan printer laser.

Di kuartal tiga 2012 ini IDC menangkap adanya penurunan pengiriman di hampir setiap jenis printer. Pengiriman printer inkjet menukik 31,1%, sedangkan laser merosot 4,6%. Penurunan juga terjadi pada pengiriman printer SDM (serial dot matrix), yaitu 6,8% lebih kecil dibanding kuartal dua. “Market menurun karena saat puasa dan lebaran konsumsi untuk produk printer menurun,” Gian menjelaskan.

“Tahun 2012 agak kacau. Banyak shipment yang tertunda, ada beberapa yang mengganti model bisnis. Jadi distributor ini sudah tidak memegang produk tersebut lagi, semacam itu. Banyak perubahan sehingga market-nya sedikit menurun,” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)