Pengangguran Lulusan SMK Dominasi 11,24%

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Ir. Sumarna F. Abdurahman, mengatakan tenaga kerja di Indonesia secara tingkat pendidikan sudah lebih baik dari sebelumnya. Namun, data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di masing-masing tingkat edukasi tersebut juga meningkat, hal ini terlihat terjadinya mismacth antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

Data BPS 2013 menunjukkan, secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja di Indonesia pada Agustus 2014 mencapai 182,99 juta orang, sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 5,94% dari jumlah penduduk atau mencapai 7,24 juta orang.

20160218_160455_resized

TPT paling besar dari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), Diploma dan Universitas. Pengangguran lulusan SMK jumlahnya 11,24%, pengangguran Diploma 6,14 sedangkan dari Sarjana mencapai 5,65%.

Portal pencari kerja Karir.com merilis data di mana pelamar kerja di Karir.com, tingkat pendidikan tenaga kerja Indonesia menunjukkan bahwa 1.400.000 pelamar kerja di karir.com, mereka yang menyandang gelar S1 jumlahnya mendominasi hampir 50%. Disusul oleh pencari kerja dengan tingkat pendidikan D3 sebesar 18%, lulusan SMA 14% dan S2 sebanyak 3%.

Sementara para pelaku usaha justru merasakan sebaliknya. Hasil survei Bank Dunia tahun 2008, pelaku usaha menyatakan bahwa 2/3 dari pelaku usaha merasa kesulitan mengisi posisi profesional dan manajer. Sementara itu, 70% pengusaha bidang manufaktur menyatakan sangat kesulitan untuk mengisi tenaga kerja unit produksi yang terampil untuk memenuhi standar kualitas yang lebih tinggi. Kesulitannya mulai dari tidak cukupnya jumlah lulusan hingga keterampilan yang belum sesuai.

“Dibutuhkan campur tangan dan dukungan industri secara lebih mendalam dan sejak aawal kepada lembaga-lemga pendidikan untuk dapat memastikan terjadi transfer pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman dan industri,” lanjutnya.

Mendukung pernyataan Sumarna, Chief Eexecutive Officer Karir.com, Dino Martin, mengungkapkan peta pencari kerja dengan tingkat pendidikan yang didominasi lulusan Sarjana secara tidak langsung juga menggambarkan adanya gap antara penawaran atau supply dengan demand tenaga kerja dari industri. Untuk itu dibutuhkan koordinasi lebih baik lagi anatra pemerintah, sektor edukasi, dan dunia usaha untuk menyelaraaskan tenaga kerja di Indonesia agar daya saing nasional bisa lebih baik lagi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)