Pria di Amerika Tergolong Kurang Berpendidikan

Adalah pemaparan menarik sekaligus mengkhawatirkan dari jurnalis Bloomberg News, Craig Torres, tentang pria. Di Amerika, pria diketahui tertinggal di bursa kerja karena kurang berpendidikan.

"Wanita meraih tingkat pendidikan lebih tinggi itu luar biasa. Masalahnya, kalau pria tidak," kata ekonom Universitas Harvard, David Autor kepada Torres.

Diagram di samping diunduh editor ekonomi Bloomberg Businessweek, Peter Coy, dari the National Center for Education Statistics pada 11 April 2012 waktu setempat. Diagram tersebut menunjukkan kesenjangan pendidikan antara pria dan wanita cukup jauh dan semakin parah. Bahkan pada 2019 diprediksi perbandingan gender sebuah kelas adalah tiga wanita untuk setiap dua pria.

Badan Statistik Ketenagakerjaan Amerika melaporkan tingkat pengangguran bulan Maret untuk sarjana atau di atasnya hanya 4,2 persen. Sedangkan lulusan sekolah tinggi yang menganggur 8 persen, dan tanpa ijasah sekolah tinggi adalah 12,6 persen.

Menurut Coy, hingga kini belum ada respon baik terkait masalah tersebut selain gemas. Dikatakan juga bahwa saat ini terlalu banyak pria muda di Amerika yang tidak ingin kuliah dan tidak melakukan apa-apa selain 'menodong' orang tua dan pacar mereka.

"Saya pikir salah satu solusinya adalah memberikan pelatihan bagi mereka yang tidak terikat perkuliahan. Dari pelatihan tersebut mereka bisa mempelajari keterampilan teknis yang dapat digunakan seperti plumbing atau pemrograman komputer," tulis Coy. Sebuah keterampilan berharga akan memungkinkan mereka mencari nafkah dan meperoleh harapan untuk masa depan. Bahkan bisa jadi mereka tererak untuk meraih gelar sarjana di kemudian hari.

Dalam cerita Torres, ia menampilkan seorang pria Virginia berusia 28 tahun, Sean Collins-Harris. Menarik, Harris pernah dipenjara karena kepemilikan senjata dan obat-obatan terlarang. Saat itu ia baru menyadari bahwa pendidikan adalah satu-satunya tiket untuk keluar dari kelas bawah. Harris pun kemudian mengenyam bangku kuliah, beraih gelar sarjana, dan akhirnya gelar master pun disantapnya. Kini ia menjadi seorang manajer perusahaan properti sekaligus konseling di penjara yang pernah ditempati.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)