PwC Rilis Laporan Kesiapan Perusahaan Hadapi SDG 2030

Analisis PwC terhadap lebih dari 1.000 laporan yang diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di bursa, swasta, dan sektor publik, menyoroti
bahwa dengan sisa waktu 10 tahun untuk melaksanakan Sustainable Development Goals/SDG (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika pelaku usaha ingin memberikan kontribusi yang bermakna terhadap upaya nasional untuk mencapai SDG.

Penilaian tahunan PwC terhadap pelaporan publik tentang SDG menilai tingkat integrasi antara tujuan SDG dan kepemimpinan, strategi usaha, dan pelaporan, sebagai indikator kontribusi vital pelaku usaha terhadap pencapaian komitmen yang dinyatakan pemerintah dalam 10 tahun
ke depan.

Hampir tiga per empat (72%) perusahaan yang dianalisis merujuk tujuan tersebut dalam pelaporan publik mereka, hanya lebih dari setengah perusahaan yang menyebut tujuan tersebut dalam laporan tahunan mereka. Hanya 1% dari keseluruhan sampel yang melaporkan upaya kuantitatif untuk menunjukkan progres mereka terhadap tujuan tersebut.

Sekarang sudah empat tahun sejak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan diratifikasi secara bulat oleh semua 193 negara anggota PBB sebagai kerangka kerja universal untuk cara hidup dan operasi yang lebih berkelanjutan. Walaupun Pemerintah di seluruh dunia memiliki tanggung
jawab utama untuk melaksanakan tujuan tersebut, mereka tidak dapat mencapainya tanpa dukungan dari pelaku usaha.

Meskipun terdapat kesadaran yang baik secara keseluruhan, progres terhadap SDG dapat dihambat dengan kurang spesifiknya target, pengukuran, dan integrasi bisnis yang lebih luas. Pelaporan progres terhadap SDG y ang dibutuhkan untuk mencapai ambisi tersebut masih sangat minim. Padahal tujuan tersebut menawarkan bahasa dan kerangka kerja bersama untuk membangun pandangan yang lebih transparan terhadap masalah-masalah, progres, dan skala perubahan yang dibutuhkan. Hanya 1% perusahaan y ang dianalisis mengukur kinerja mereka terhadap target SDG secara spesifik. Dari perusahaan-perusahaan yang dianalisis:

● Satu dari lima pemimpin merujuk SDG dalam proyeksi mereka untuk tahun tersebut – menunjukkan bahwa tujuan tersebut masuk ke dalam agenda dewan.

● Dari perusahaan yang merujuk SDG, 59% merujuk tujuan tersebut sebagai bagian dari laporan kinerja keberlanjutan mereka, sedangkan hanya lebih dari setengah (51%) menyebut tujuan tersebut di dalam laporan tahunan mereka.

● 14% menyebut target SDG secara spesifik: dari angka tersebut, 39% mengidentifikasi ambisi kualitatif, dan 20% ambisi kuantitatif.

● Hanya 34% dari perusahaan y ang menyebut SDG (25% dari semua perusahaan yang dianalisis), menyebutnya pada bagian pelaporan mereka yang membahas strategi bisnis.

● Sebagian besar perusahaan mengidentifikasi tujuan Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi sebagai fokus mereka, tetapi tujuan y ang berkaitan dengan sumber daya alam atau kesejahteraan, y ang penting bagi keberlanjutan bisnis kurang ditekankan.

Louise Scott, PwC Global Sustainable Development Goals Leader, mengatakan, meskipun kesadaran cukup tinggi, tanpa pengukuran dan pelaporan yang terintegrasi, progres dan langkah kebijakan yang relevan tidak dapat diidentifikasi pada tingkat perincian yang diperlukan untuk sungguh-sungguh mendorong progres untuk mencapai SDG.

Marina R. Tusin, PwC Indonesia Consulting Leader, menambahkan, para pemimpin bisnis perlu menanamkan SDG dalam cara mereka berpikir, merencanakan, dan menjalankan bisnis. Jadikan cara-cara tersebut bagian dari proses pengambilan keputusan. Benamkan ke dalam kehidupan sehari-hari organisasi - budaya, nilai-nilai, hubungan dan keterlibatan karyawan. Sambungkan tujuan perusahaan dengan nilai y ang diciptakan oleh bisnis di seluruh bagian manusia, planet, dan ekonomi dan jelaskan bagaimana hal tersebut dapat berkontribusi pada target SDG tertentu.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)