Rahasia Di Balik Merek-Merek Perkasa

Kantar Worldpanel merilis hasil Brand Footprint 2016 yang merupakan hasil survey tahunan yang dilakukan November 2014 - Oktober 2015. Brand footprint merupakan penelitian yang dilakukan oleh Kantar Worldpanel setiap tahun, dengan menggunakan dasar pengukurannya metriks Consumer Reach Point (CRP).

CRP untuk mengetahui seberapa banyak rumah tangga membeli sebuah merek (penetrasi) dan seberapa sering merek tersebut dibeli oleh konsumen (frekuensi).

Untuk mengukur global ranking, Brand Footprint melibatkan 15,000 merek, 200 kategori, dan 44 negara di seluruh dunia, khususnya produk FMCG seperti sektor makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga dan kesehatan serta kecantikan.

Secara global, Coca Cola merupakan merek yang paling sering dipilih oleh konsumen di dunia. Karena, lebih dari 45% rumah tangga di dunia pernah membeli Coca Cola, dan dibeli sekitar 13 kali dalam setahun. Merek ini sering juga menjadi merek yang paling sering dipilih di 10 negara termasuk USA, Mexico, Central America, dan beberapa negara lainnya.

Bagaimana di Indonesia? Brand Footprint juga merilis Indonesia ranking. Di Indonesia, Untuk surveynya Brand Footprint menggunakan sampel 5.680 rumah tangga yang mewakili 85% dari seluruh rumah tangga di area Urban Indonesia.

Menariknya dari hasil Brand Footprint 2015 untuk Indonesia Urban, Indomie menduduki peringkat 1, untuk merek yang paling sering dipilih oleh konsumen Indonesia. Bahkan produk Indofood ini juga masuk sebagai peringkat ke 8 untuk ranking dunia.

Lim Soon Lee (kiri) General Maneger Kantar Worldpanel Indonesia dan Fanny Murhayati (kanan) New Business Development Director Kantar Worldpanel disaat pemaparan The Top 20 Brands Indonesia. Lim Soon Lee (kiri) General Maneger Kantar Worldpanel Indonesia dan Fanny Murhayati (kanan) New Business Development Director Kantar Worldpanel disaat pemaparan The Top 20 Brands Indonesia.

Menurut Lim Soon Lee, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Indomie memiliki pangsa pasar yang besar di negara-negara lain seperti Malaysia, Turki, Vietnam, dan Nigeria.

Bahkan di Nigeria, Indomie juga berhasil menduduki peringkat 1 merek yang paling dipilih oleh konsumen Nigeria. Penjualan international yang luas, merupakan salah satu factor pendukung performance dari Indomie. Disamping itu, sertifikat “halal” juga menjadikan Indomie sebagai merek halal mie instant yang terbesar di dunia.

Merek lainnya yaitu Mie sedap, bertengger diperingkat kedua untuk Brand footprint di Indonesia. Karena mie instan memang merupakan kategori yang memiliki jumlah pembeli yang sangat besar (hampir semua rumah tangga di Indonesia) dan dibeli paling sering oleh konsumen di Indonesia yaitu hampir seminggu dua kali.

Apalagi produk ini menawarkan kemudahan untuk mengkonsumsinya, jangkauan distribusi kedua merek teratas ini sangat luas, promosi dan inovasi yang dilakukan pun sangat beragam, mulai dari iklan hingga variasi rasa yang beragam.

Setelah mie instan, kategori penyedap masakan (Masako dan Royco) berada diperingkat ketiga. Hal ini karena kepraktisan yang ditawarkan bagi rumah tangga di dalam hal memasak.

Begitu juga Frisian Flag mampu berada di dalam merek keempat teratas, karena merek ini bermain di banyak kategori (susu formula bayi, susu kental manis, susu cair, dan susu bubuk keluarga) sehingga mampu menarik banyak konsumen dan berakibat pada tingginya skor CRP. " Banyaknya jumlah rumah tangga yang membeli suatu merek atau tingginya tingkat penetrasi merupakan faktor pendukung suatu merek untuk menempati posisi teratas," kata Soon Lee.

Fanny Murhayati, New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia menambahkan dari 10 peringkat teratas Brand Footprint 2016 di Indonesia, terdapat 6 merek dari produsen lokal dan 4 lagi dari perusahaan multi nasional. Sebagian besar merek peringkat atas berasal dari sektor makanan, dan sisanya berasal dari kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan personal.

Manfaat Brand Footprint, kata Fanny bagi para pelaku bisnis FMCG, dapat melihat kelebihan dan kelemahan dari suatu merek dan juga untuk membandingkan performa suatu merek dengan merek pesaingnya.

Selain itu, juga dapat membantu para pemain FMCG untuk merancang strategi yang tepat di dalam meningkatkan performa produk / merek. Fanny memberi gambaran bahwa disamping meningkatkan jumlah konsumen , membuat konsumen membeli dengan lebih sering juga tidak kalah penting untuk meningkatkan penjualan.

10 Merek Teratas di Indonesia

1. Indomie (Indofood)
2. Mie Sedaap (Wings)
3. Royco (Unilever)
4. Frisian Flag (Frisian Flag)
5. So Klin (Wings)
6. Indofood (Indofood)
7. Kapal Api (Santos Jaya)
8. Masako (Ajinomoto)
9. Kopi Luwak (Java Prima Abadi)
10. Lifebuoy (Unilever)
Sumber : Kantar Worldpanel Indonesia

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)