Riset: Rahasia Kebahagiaan Karyawan? Teknologi

Dell dan Intel telah meluncurkan hasil riset Global Evolving Workforce keduanya, yang mengidentifikasi dan menggali tren-tren masa kini dan masa depan berkaitan dengan tempat kerja, tenaga kerja, serta peran teknologi dalam evolusi keduanya. “Sebagai penyedia teknologi mobile terdepan, penting bagi kami untuk terus mengikuti berbagai perubahan yang terjadi. Sehingga, dapat terus menyediakan solusi dan layanan yang tepat untuk mendukung aktivitas tenaga kerja yang terus berevolusi,” kata Managing Director Dell Indonesia, Catherine Lian dalam rilisnya.

Hasilnya? Teknologi adalah rahasia kebahagiaan karyawan. Hampir 5.000 karyawan perusahaan kecil, sedang, dan besar di 12 negara yang diwawancarai, sebanyak 76% menyatakan teknologi telah memengaruhi cara mereka bekerja sepanjang tahun lalu. Mereka merasa produktivitasnya meningkat dan bisa berkomunikasi dengan lebih cepat.

Para karyawan umumnya juga yakin teknologi akan terus berevolusi dan memberikan banyak manfaat dan kemampuan berbeda. Teknologi pengenalan suara akan lebih banyak dipakai dibandingkan keyboard (92%), tablet akan menggantikan laptop (87%), komputer akan menggunakan gerakan tangan (87%), keyboard dan mouse akan hilang (88%).

Persepsi tentang bekerja di rumah mulai berubah dengan 52% karyawan merasa jauh lebih produktif saat bekerja dari rumah. Seiring kemajuan teknologi, karyawan juga semakin fleksibel memilih kapan dan dari mana mereka memenuhi kewajiban profesionalnya. Sebanyak 64% karyawan di dunia setidaknya menunaikan beberapa pekerjaan di rumah setelah jam kerja.

Ilustrasi kerja di rumah (Foto: IST) Ilustrasi kerja di rumah (Foto: IST)

Garis pemisah antara waktu kerja dan waktu pribadi bagi eksekutif kini jauh lebih kabur dibandingkan karyawannya. Mereka menyatakan lebih sering menggunakan teknologi pribadi untuk bekerja dibanding karyawan lain (64%:37%). Lebih dari setengah karyawan di seluruh dunia kini menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja. Sementara, sisanya menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja tanpa sepengetahuan perusahaan, dengan smartphone dan laptop menjadi perangkat yang paling sering digunakan.

“Tantangan yang dihadapi Departemen TI adalah bagaimana mengelola dan mengamankan jumlah perangkat yang terus bertambah, yang digunakan di dalam maupun luar sebuah organisasi. Smartphone, khususnya, menjadi perangkat utama di balik model BYOD (Bring Your Own Device),” kata Bob O’Donnell, pendiri dan chief analyst, TECHnalysis Research.

Wajar saja, lebih dari setengah karyawan di dunia yang menggunakan desktop juga menggunakan perangkat lain seperti tablet atau laptop untuk bekerja. Adopsi tablet dan 2-in-1 terus meningkat, dengan penggunaan tertinggi oleh para eksekutif di negara-negara berkembang. Kinerja menjadi prioritas utama yang diinginkan para karyawan dari perangkat kerja mereka.

Dengan berubahnya tempat kerja, tanggung jawab pekerjaan dilakukan di rumah, di tempat klien, bahkan di tempat umum, seperti kafe dan alat transportasi publik, kebutuhan akan mobilitas sudah menjadi prioritas. Teknologi mobile semakin penting dan laptop, tablet, ponsel, 2-in-1, thin client, dan virtualisasi desktop memperkenalkan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya ke dalam perlengkapan TI.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)