Sebanyak 80% Netizen Belanja Online

Sebanyak 80% netizen (pengguna internet) Indonesia mulai berbelanja online dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut terungkap dari survei yang dilakukan perusahaan e-commerce asal Jepang, Rakuten.  mengenai tren belanja online.

Survei ini pun mengungkapkan bahwa orang Indonesia tiga kali lebih suka merekomendasikan suatu barang kepada teman-teman di sosial media dibanding negara lain. “Ada peluang yang jelas untuk membuat belanja online lebih menghibur konsumen, lebih dekat mengamati barang yang diperdagangkan, dan menyajikan pengalaman yang sama dengan berbelanja di mall,” kata Ryoto Inaba, Presiden Direktur & CEO PT Rakuten-MNC.

Dalam studi yang dilakukan Rakuten, orang Indonesia gemar berbelanja dengan perangkat bergerak mereka. Bila dibandingkan masyarakat Amerika dan Eropa, orang Indonesia dua kali lebih menyukai cara tersebut. Hanya kurang dari separuh responden yang lebih menyukai berbelanja melalui PC atau laptop. Hal tersebut dikarenakan minimnya pengalaman berbelanja di perangkat bergerak.

BuzzCity di awal 2012 mendapati bahwa 27% pebelanja online Indonesia sudah memakai perangkat bergerak untuk berbelanja. Sekitar 80% dari mereka adalah pria dan selebihnya wanita. “Mempunyai strategi kuat di mobile adalah kunci untuk terlibat di ritel e-commerce,” tutur Inaba. Saat ini Rakuten memiliki lebih dari 40 aplikasi untuk perangkat bergerak di pasar untuk memenuhi kebutuhan m-commerce.

Menurut ABI Research, pasar m-commerce 2015 akan mencapai US$ 119 miliar, mewakili 8% dari total pasar e-commerce. Sementara itu Forst & Sullivan mengungkapkan bahwa industri e-commerce di Indonesia pada 2015 akan mencapai angka US$ 1,8 miliar. Data yang sama menunjukkan pendapatan rata-rata dari sektor m-commerce ini tumbuh 67% sejak 2010 hingga 2015 nanti.

Inaba menuturkan bahwa pertumbuhan ekosistem e-commerce ini didorong oleh semakin luasnya pengadopsian sistem marketplace dan peningkatan kebutuhan terhadap pengalaman berbelanja online yang lebih menyenangkan dan nyaman layaknya berbelanja di mall.

“Ada peluang yang jelas untuk membuat belanja online lebih menghibur konsumen, lebih dekat mengamati barang yang diperdagangkan, dan menyajikan pengalaman yang sama dengan berbelanja di mall,” kata Inaba dalam rilis yang diterima redaksi SWA Online.

Mengutip sebuah studi Harvard School of Business pada akhir Agustus lalu, nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai US$ 0,9 miliar pada 2011. Namun angka tersebut baru mewakili 0,7% keseluruhan nilai pasar ritel Indonesia yang mencapai US$ 134 miliar. Meski demikian, popularitas e-commerce diyakini terus bertambah. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)