Seperti Apa Iklan Yang Disukai Gen Z?

Gen Z memiliki perilaku yang jauh berbeda dengan Gen Y maupun Gen X. Untuk itulah, ahli pemasaran mesti memiliki strategi yang benar-benar beda untuk generasi yang saat ini berusia 16-19 tahun ini. Studi ini menganalisis pola konsumsi media, sikap terhadap iklan, dan tanggapan terhadap hasil kreatif di lebih dari 23.000 konsumen di 39 negara.

Studi AdReaction dari Kantar Millward Brown menunjukkan, Gen Z lebih menyukai musik daripada Gen Y. Generasi ini lebih sulit untuk terpengaruh oleh iklan karena tumbuh dengan teknologi digital. Mereka mengharapkan hal yang lebih dari pemasar dalam berkomunikasi.

Kelvin Gin, Country Head of Kantar Millward Brown Indonesia mengatakan, Gen Z akan menjadi sangat relevan bagi pemasar dalam beberapa kategori. Penerimaan mereka terhadap iklan berbeda dari generasi lainnya dimana mereka telah tumbuh dalam dunia mobile-first, dunia dengan pilihan yang tidak terbatas, yang membuat mereka sulit untuk dipengaruhi dibandingkan dengan generasi lainnya.

“Sekarang adalah waktunya dimana penting bagi marketers untuk mulai memahami cara terbaik untuk berinteraksi dengan mereka,” kata dia dalam rilisnya.

Beberapa hal yang menjadi kunci penting berinteraksi dengan Gen Z adalah:

1. Menghormati ruang online mereka

Dalam dunia digital Gen Z lebih positif dibandingkan generasi lainnya terhadap mobile video yang bersifat imbalan dan “skip-able pre-rolls” (yang mencapai nilai positif 49% dan 23%), tetapi sangat terganggu dengan format iklan invasif seperti non -skippable pre-roll dan pop-up (masing-masing -22% dan -35%).

2. Gunakan pendekatan kreatif yang tepat

Karakteristik kreatif teritinggi yang dapat membuat Gen Z memiliki tanggapan positif terhadap iklan adalah ketika brand mampu menceritakan cerita yang menarik (62%), dengan menggunakan humor (62%) termasuk munggunakan musik yang bagus (49%). Namun, pada dasar nya Gen Z lebih sulit untuk diyakinkan dibandingkan dengan Gen X dan Y dimana mereka memiliki skor lebih tinggi pada semua faktor ini. Sehingga penggunaan atribut ini sendiri tidak menjadi jaminan keberhasilan. Menjadi lebih sosial

3. Menjadi lebih sosial

Gen Z adalah pengguna platform sosial yang lebih signifikan, bukan hanyadalam hal waktu yang mereka habiskan pada mereka tetapi juga jumlah platform mereka kunjungi. Termasuk Facebook dan YouTube dan termasuk Instagram, Twitter dan Snapchat. 50% dari Gen Z di akses Indonesia Instagram beberapa kali sehari dan 12% akses Snapchat pada frekuensi yang sama, dibandingkan dengan 38% dan 9% masing-masing untuk Gen Y (mereka yang berusia 20-34) dan 17% dan 4% untuk Gen X (mereka yang berusia 35-49).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)