Solusi Atasi Kemacetan Pemikiran Kadin

Kemacetan yang kian parah di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Jakarta dan sekitarnya, tampaknya semakin membuat gerah para pengusaha. Dalam paparannya mengenai "Kepemimpinan Ekonomi Baru 2014," di Jakarta, Senin (27/1/2014), Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kadin Indonesia, mengatakan bahwa kemacetan yang terjadi sekarang ini sudah di luar batas normal. Ia pun berharap, pemerintah bisa mengalokasikan porsi anggaran yang lebih memadai bagi perbaikan dan pengembangan infrastruktur.
ketua kadin indonesia suryo
"Kadin melihat gejala yang kasat, yakni kemacetan pada skala nasional yang terjadi di mana-mana dan di berbagai bidang, seperti kemacetan di jalan, pelabuhan, penyeberangan, dan bandara. Keadaaan ini merupakan hambatan paling besar bagi dunia usaha," kata Suryo.

Ia menyebutkan, negara seperti Thailand, tepatnya di Bangkok, juga sempat mengalami kemacetan yang parah. Tetapi, negara tersebut akhirnya bisa keluar dari permasalahan itu dengan pembangunan transportasi massal. "Sudah banyak negara yang memiliki masalah yang sama dapat mengatasi masalah seperti ini," tambah dia.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Suryo berpandangan, sejauh ini, Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda positif dalam menyelesaikan  masalah kemacetan. Padahal, macet memberikan dampak yang tidak kecil bagi dunia usaha. Besarnya biaya distribusi, terlambatnya pemasaran, hingga risiko barang cacat atau rusak menjadi beberapa dampak dari kemacetan.

Karena itu, pihaknya mengusulkan, "Pemerintah mendatang dapat memperbaiki alokasi APBN untuk infrastruktur jalan, pelabuhan, penyeberangan, bandara, dan sarana vital untuk kegiatan ekonomi." Ia pun menganjurkan agar subsidi BBM (bahan bakar minyak) yang kurang berguna dihapus dan dialokasikan untuk infrastruktur.

"Pengeluaran APBN untuk infrastruktur yang memadai tidak dapat ditunda lagi karena kemacetan yang meluas ini sudah di luar batas normal," tegas Suryo.

Kereta api mengatasi kemacetan

Selain itu, demi mengatasi kemacetan, Kadin juga mengusulkan kepada pemerintah mendatang untuk membangkitkan teknologi kereta api dan membangun sistem transportasi massal berbasis moda kereta api. Suryo menyebutkan, kereta api terbukti efisien dalam memecahkan masalah kemacetan dan logistik di beberapa negara, terutama di negara maju.

"Biaya pembangunan jalan kereta api untuk jalur Jawa diperkirakan US$ 15 miliar, yang dengan mudah bisa diatasi bersama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan merealokasi APBN dan APBD secara kolektif bersamaan," ujar Suryo.

suryo bambang sulisto kadin indonesia

Pemerintah pun diharapkan mulai membangun jalur kereta api baru di pesisir selatan Jawa, serta membangun infrastruktur jalan kereta api di Pulau Sumatera dan pulau lainnya. Dia mengatakan, "Jalur-jalur kereta api tersebut sama sekali baru, dan sekaligus dijadikan leading sector untuk membangun kota-kota baru yang lebih bagus dan lebih tertata."

Diharapkan pula, jalur kereta api baru bisa dilalui kereta dengan kecepatan 200 kilometer per jam. Hal ini disebut bukan hal baru, karena sejumlah negara telah menguasai teknologinya. "Untuk itu, pemerintah perlu menyediakan dana tidak kurang dari Rp 150 triliun selama beberapa tahun," sambung dia.

Tak hanya itu, Kadin juga mengusulkan agar pemerintah bisa membangun jalan kereta api dari sentra-sentra produksi ke pelabuhan sehingga pengangkutan barang bisa dilakukan lebih efisien. "Kemacetan jalan juga karena armada truk yang mengangkut barang dari sentra produksi ke pelabuhan yang sangat besar jumlahnya dan tidak efisien," tegasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)