Survei: 80% Masyarakat RI Percaya Kredibilitas Media

Meski media diterpa isu keberpihakan dan monopoli pengusaha, ternyata 80% masyarakat masih percaya kredibilitas dan independensi media berdasarkan survei terbaru Edelmen Trust Baromoter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat kepercayaan masyarakat dunia (53%) dan Asia Pasifik (63%).

Selain itu, kepercayaan responden terhadap media tradisional seperti televisi, koran, radio dan majalah, naik 15 poin dari 29% di tahun lalu menjadi 44%. media tradisional diklaim sebagai sumber terpercaya dalam memperoleh informasi. Tak hanya itu, 31% responden percaya dengan reliabilitas informasi di internet serta 23% memilih untuk mencari data langsung ke saluran / situs perusahaan. Media sosial seperti Facebook ataupun Twitter yang tahun lalu kurang populer sebagai informasi mengenai perusahaan, tahun ini meningkat 10 poin dari 8% menjadi 18%.

“Media Indonesia memiliki kisah yang menarik dalam perjuangan merebut kepercayaan masyarakat bertahun-tahun. Pesatnya kepercayaan umum terhadap media tradisional maupun sosial menandakan perubahan pola konsumsi berita yang terjadi beberapa tahun belakangan. Ini perlu dipertimbangkan oleh media dan dunia usaha ketika membangun kepercayaan jangka panjang,” kata Chadd McLisky, Chairman IndoPacific Edelmen.

Peningkatan kepercayaan terhadap media tradisional dan sosial memiliki implikasi menarik. Menurut kalangan elit informasi, media tradisional merupakan media paling dipercaya ketika mencari informasi mengenai perusahaan. Majalah meraup kepercayaan 54%, koran 48%, televisi 45% dan radio 30%. Kepercayaan terhadap media sosial meningkat pesat sebagai sumber informasi perusahaan. Blog dipilih 18% naik dari 6% di tahun sebelumnya. Selain itu, mesin pencari online seperti Google telah menjadi sumber penting dalam mencari informasi mengenai perusahaan, terlihat dari 44% responden memilih hal tersebut sebagai sumber terpercaya, setara dengan berita di televisi dan koran.

“Masyarakat umum juga lebih sedikit mengandalkan media tradisional dibandingkan kalangan elit informasi ketika mencari informasi umum. Ini menjadi tanda terhubungnya generasi saat ini dan saluran informasi apa saja yang mereka gunakan. Ini menyimpulkan, dunia usaha perlu membuka diri terhadap berbagai saluran dan berpartisipasi dalam percakapan di berbagai tingkatan dengan khalayak sasaran mereka,” kata McLisky lagi.

Survei tersebut melibatkan lebih dari 30 ribu responden di 25 negara termasuk 9 negara di kawasan Asia Pasifik yaitu Indonesia, Cina, India, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia dan Australia. Survei tersebut melibatkan kalangan elit informasi (usia 25-64 tahun) dan masyarakat umum (usia 18 tahun ke atas) sebagai sampel dan dilakukan pada akhir 2011.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)