Survei Accenture: Industri Produk Kemasan Harus Manfaatkan E-commerce

Konsumen di Asia Pasifik termasuk Indonesia mengharapkan pengalaman belanja yang dapat menghemat waktu dan membuat hidup lebih mudah. Harapan ini mampu menciptakan peluang besar bagi perusahaan produk kemasan konsumen (consumer packaged goods/CPG) yang akan tumbuh sebesar US$ 340 miliar di pasar Asia Pasifik. Di pasar Indonesia sendiri akan tumbuh sebesar US$ 7,9 miliar.

Data tersebut merupakan hasil studi Accenture pada bulan Januari 2016 yang bertajuk “The future is now: understanding the new Asian customers”. Menurut studi tersebut, dalam kurun waktu lima tahun ke depan lebih dari 40% total pertumbuhan industri barang dan jasa akan berasal dari lima negara di Asia, yaitu China, Thailand, Indonesia, India dan Singapura. Pada tahun 2019, pasar CPG Asia nilainya akan sebesar US$ 1,25 triliun, di mana kontribusi terbesar yaitu segmen makanan kemasan sebesar US$ 780 miliar.

accenture

Menurut Mohammed Sirajuddeen, Managing Director in DigitalAccenture ASEAN, perusahaan CPG harus dapat merebut peluang ini dan menjangkau konsumen yang semakin digital. “Jika perusahaan CPG tidak mengambil tindakan sekarang, mereka berisiko tergeser oleh pelaku usaha yang lebih baru dengan mengadopsi teknologi digital. Meningkatnya penggunaan teknologi digital telah memicu tumbuhnya platform-platform disruptif yang tumbuh menjadi pesaing yang meresahkan,” kata Sirajuddeen di Jakarta, (10/3).

Meskipun dengan adanya pengaruh besar dari perdagangan ritel dan e-commerce, penetrasi sektor CPG dalam pemanfaatan teknologi digital masih sangat rendah. “Sektor CPG harus meninjau di keseluruhan strategi perdagangan digital mereka dan mengintegrasikannya dengan visi strategis mereka,” tambah Sirajuddeen.

Accenture memberikan rekomendasi model bisnis bagi perusahaan CPG untuk dapat menangkap peluang pertumbuhan, yaitu bermitra dengan platform e-commerce untuk menjangkau konsumen baru serta memaksimalkan nilai dari e-commerce lintas batas. Kemudian berinvestasi dalam membangun merek, dengan inisiatif pemasaran terpadu yang mencakup online dan offline. Serta mengintegrasikan inisiatif e-commerce dengan platform sosial untuk melibatkan konsumen dan membangun kepercayaan. Juga memanfaatkan big data agar targeting lebih efisien dan efektif.

Prihadiyanto, Managing Director Products Lead Accenture Indonesia, menjelaskan bahwa akan ada 100 juta konsumen baru di ASEAN yang memasuki usia produktif, yang mana 30 juta konsumen berasal dari Indonesia. Serta pola perdagangan akan dipengaruhi dunia digital, dimana 77% penduduk Indonesia telah memiliki smartphone.

“Meski demikian lanskap e-commerce Indonesia masih banyak yang harus ditingkatkan, karena masih kalah jika dibandingkan dengan Singapura dan China dari sisi kematangan ekosistem online. Yang menarik adalah dari aspek sosial di mana Indonesia menjadikan berbelanja sebagai family bonding dan refreshing, beda dengan negara lain yang mana belanja bukan sebagai ajang berkumpul dengan keluarga,” kata Prihadiyanto.

“Dengan menggunakan teknologi digital, perusahaan CPG dapat terlibat dengan konsumen secara real-time, yang memungkinakn perusahaan memberikan nilai maksimum dalam waktu minimum. Ini akan menciptakan peluang bagi perusahaan CPG untuk mengontrol pengalaman berbelanja konsumen di kemudian hari,” tutup Prihadiyanto. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)