Survei Accenture: Konsumen Ingin Layanan Listrik, Gas, Air Satu Atap

Setelah lima tahun mengadakan riset mengenai New Energy Consumer, Architecting for the Future, kali ini Indonesia ikut dalam riset yang diadakan oleh Accenture. Tahun ini tema yang diambil adalah The New Energy Consumer-Residential consumer findings .

Hasil survei ini menunjukkan lebih dari 70% pengguna energi di dunia tertarik untuk menggabungkan persediaan dan layanan listrik, gas, dan air melalui satu penyedia energi.

20140715_155947“Hal seperti ini juga diminati di Indonesia, kami sudah lakukan survei dan di sini angkanya mencapai 90% selain itu pelanggan di Indonesia sudah mulai melihat energi baru,” jelas Neneng Goenadi, Country Managing Director Accenture.

Lebih jauh Neneng juga menjelaskan walau konsep bundling sudah mulai diminati oleh konsumen. Di Indonesia sendiri konsep bundling yang diterapkan belum tentu bisa sama dengan yang diterapkan di luar negeri. Hal ini disebabkan oleh perusahaan layanan publik tidak mungkin bergabung dan yang memungkinkan adalah kerja sama lintas industri.

Konsumen yang berada di perkotaan juga mulai memikirkan untuk memiliki sumber enregi terbarukan karena tidak ingin selalu bergantung pada penyedia energi dalam hal ini PLN. Di Indonesia minat penggunaan panel surya sebagai pengganti listrik dari PLN juga sudah mulai dipikirkan.

Minat terhadap penggunaan panel surya dapat meningjat sebanyak tujuh kali lipat dari 12% menjadi 83% dalam lima tahun mendatang. Hal ini didorong oleh keinginan memperoleh kemandirian energi, ketersediaan subsidi, serta kemampuan untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Hasil riset ini juga menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan yang ikut dalam survei ini tertarik pada pilihan rumah generasi baru dan solusi energi dari penyedia energi mereka, termasuk saran mengenai efisenis energi. Rumah terkoneksi dan teknologi energi alternatif telah menarik perhatian pelanggan yang memiliki kepedulian terhadap penggunaan energi sehari-hari.<

Rumah terkoneksi dan teknologi energi alternatif ini juga diminati oleh pelanggan di Indonesia. Sebanyak 67% pelanggan di Indonesia juga percaya bahwa penyedia energi dapat membantu mereka untuk mengurangi tagihan biaya energi dan hanya 28% pelanggan yang menerima penyebab kenaikan harga yang terjadi beberapa saat lalu.

Berkembanganya teknologi digital juga memengaruhi konsumen dan memiliki ekspektasi lebih ke penyedia layanan energi. Hal ini juga terjadi di Indonesia, konsumen mengingkan akses terhadap tagihan dan pembayaran bisa dilakukan lewat website atau mobile application. PLN sudah memiliki mobile apps tapi ini masih sangat terbatas sekali fiturnya padahal sekarang ini customer sudah punya ekspektasi yang tinggi sekali.

Dalam pasar yang menjanjikan, berkembang pesat serta terpadu ini, peluang untuk menangkap pangsa pasar sangat besar. Kesuksesan akan diraih oleh perusahaan penyedia yang mampu menyempurnakan pengalaman digital pelanggannya,” tutup Greg Guthridge, Managing Director Utilities Industry Group Accenture. (EVA).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
ZTE Pertahankan Posisi sebagai Vendor Nomor Satu

ZTE Corporation, sebuah perusahaan publik global penyedia peralatan telekomunikasi, solusi-solusi jaringan, dan perangkat mobile, berhasil mempertahankan posisinya sebagai vendor nomor...

Close