Survei Accor: Eksekutif Indonesia "Paling Sadar Anggaran”

Hasil survei tahun ke-3, Accor Asia-Pacific Business Traveller Research yang diumumkan pada 26 September 2012 menyebutkan bahwa eksekutif Indonesia dalam kuartal 1 2012, termasuk kategori “paling sadar anggaran’. Dibandingkan dengan eksekutif lain di kawasan Asia Pasifik,  peringkat Indonesia untuk melakukan tur bisnis memang tidak seintensif negara-negara lain seperti Cina (17x) dan India (13x). Namun frekuensi perjalanan para eksekutif Indonesia ini masih lebih tinggi dibandingkan 3 negara lain, yaitu Australia, Thailand, dan New Zeland (9x), Hongkong (8x), serta Singapura (7x).

Para pebisnis Indonesia menghabiskan rata-rata US$ 81 per malam untuk akomodasi hotel. Nilai ini sedikit menurun dibandingkan hasil survei tahun lalu yakni sebesar US$ 92, namun masih tetap lebih rendah dari rata-rata keseluruhan data se-Asia Pasifik  yang mencapai US$125 per malam. Demikian halnya dengan Cina dan Malaysia yang menempati posisi kedua dan ketiga terendah, masing-masing sebesar US$98 dan US$105. Sedangkan eksekutif asal Singapura menghabiskan anggaran akomodasi dengan anggaran tertinggi, dengan rata-rata US$156 per malam atau US$468 per perjalanan.

Survei  ini  memang membidik para pebisnis dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana tren perjalanan bisnis mereka. Selain itu kecenderungan perilaku pelancong bisnis di kawasan Asia Pasifik juga dapat dianalisis berdasarkan survei ini. Accor sendiri memilih bekerja sama dengan ORC International dengan menggunakan metode survei online. Targetnya adalah anggota program loyalty rewards, Le Club Accorhotels.

Dengan responden sebanyak 2.500 kepala dari 9 negara kawasan Asia Pasifik, data kuartal 1 2012 dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan dengan kuartal 2 2012. Pada semester kedua tahun ini, para eksekutif Indonesia berencana melakukan sembilan kali perjalanan saja. Nilai ini didapat dari hasil respon 151 pebisnis asal Indonesia yang telah lulus survei."Terjadi peningkatan sekitar 54% dari frekuensi perjalanan para eksekutif Indonesia dibandingkan dengan data rata-rata untuk kawasan Asia Pasifik yang berkisar 35%," kata Evan Lewis, Vice President Communications Accor Asia Pasifik.

Evan menambahkan bahwa peningkatan frekuensi perjalanan bisnis ini banyak dipengaruhi oleh faktor meningkatnya aktivitas bisnis (35%), perubahan jabatan yang mengharuskan pebisnis lebih banyak melakukan perjalanan dinas (29%), serta alasan bahwa mereka harus menghadiri pertemuan internal (26%). Sementara, hasil temuan lain menyatakan bahwa terdapat tiga negara tujuan paling diminati pelancong bisnis asal Indonesia pada semester pertama tahun 2012. Negara-negara tersebut adalah Singapura (71%), Thailand (20%) dan Malaysia (19%). Adapun untuk kuartal 2 tahun ini, Singapura tetap menjadi tujuan utama dengan persentase yang sedikit turun dari sebelumnya, menjadi 60%, diikuti Malaysia (26%) dan Cina (20%). (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)