Survei Business Digest: 51% Masyarakat Tertarik Berkurban dengan Konsep D3K

 Super Qurban dari Rumah Zakat
Super Qurban dari Rumah Zakat. Istimewa

Business Digest mengeluarkan hasil survei mengenai kesadaran dan kepuasan masyarakat terhadap konsep kurban Daging Diolah dan Dikemas Kalengan (D3K). Survei digelar di Bandung, Jabodetabek, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya dengan melibatkan 1.011 responden usia 25-45 tahun. Secara garis besar, tujuan survei ini adalah untuk memotret dan menggambarkan pengetahuan, pendapat, sikap, ketertarikan, perilaku, dan keputusan masayarakat terkait pelaksanaan kurban, baik kurban pada umumnya (konvensional) maupun kurban dengan konsep D3K.

Survei ini membagi responden dalam tiga kelompok berdasarkan pengalaman berkurban. Yaitu, kelompok responden pernah berkurban (494 responden), kelompok responden pernah berkurban dengan konsep D3K (261), dan kelompok responden yang belum pernah berkurban (256).

Hasil survei menunjukkan, baik di kelompok yang pernah berkurban maupun yang pernah berkurban dengan konsep D3K, Rumah Zakat mendapatkan persentase tertinggi soal awareness mengenai lembaga penyelenggara/penyalur hewan kurban. Sebanyak 19% dari total kelompok responden yang pernah berkurban memilih Rumah Zakat sebagai top of mind (TOM) untuk lembaga penyelenggara/penyalur hewan kurban. Dari kelompok responden yang pernah berkurban dengan konsep D3K, ada 79% yang memilih Rumah Zakat sebagai TOM lembaga penyalur kurban.

Mengenai konsep D3K, sebanyak 3% dari kelompok yang pernah berkurban memilih Super Qurban dari Rumah Zakat sebagai TOM-nya. Sementara dari kelompok yang pernah berkurban dengan konsep D3K, sebanyak 78% memilih Super Qurban sebagai TOM-nya. Dan, kelompok yang belum pernah berkurban, 4%-nya juga memilih Super Qurban sebagai TOM-nya untuk konsep D3K. Super Qurban meraih nilai tertinggi dari empat konsep D3K yang pernah diikuti responden dalam survei ini. Super Qurban mendapat nilai 4,13 dari skala 1-5, diikuti Super Qurban Abadi dengan nilai kepuasan 4,00, kemudian di urutan ketiga ada RendangMU dengan nilai 3,91, dan terakhir KornetMU 3,77.

Secara umum sikap masyarakat terhadap penyelenggaraan kurban dengan konsep D3K dapat dilihat dari dua kelompok. Kelompok yang belum pernah mencoba program kurban D3K cenderung kurang setuju (±53%) terhadap program D3K, dan ada ±37% yang setuju. Adapun kelompok yang pernah mencoba program kurban D3K menyatakan setuju (±89%) terhadap program ini. Sikap kelompok yang pernah mencoba program kurban D3K ini juga terkonfirmasi dari tingkat kepuasannya terhadap penyelenggaraan program D3K yang pernah diikuti, rata-rata di atas 3.8 (skala 5). Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Rumah Zakat sebagai salah satu lembaga yang menawarkan program D3K tergolong tinggi dengan rata-rata tingkat kepuasan M: 4.13.

Secara umum, soal ketertarikan mengikuti konsep berkurban dengan D3K, ada 51% responden yang tertarik dengan konsep tersebut. Mereka yang menyatakan tertarik terhadap program kurban D3K memiliki beberapa alasan, yaitu lebih praktis (34%), tahan lama (25%), paket kurban dapat disalurkan ke daerah ( 20% ), siap saji/mudah diolah (14%), dan pembagian dagingnya bisa merata (10% ). Yang menarik, ternyata dari kelompok responden yang belum pernah berkurban, sebanyak 33,3% menyatakan tertarik berkurban dengan D3K. Artinya, pada periode mendatang dan seterusnya bisa diperkirakan akan terus ada pertumbuhan masyarakat yang berkurban dengan konsep D3K. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)