Survei IDC: Tren Penggunaan Smartphone dan Tablet di Asia Pasifik

Popularitas penggunaan tablet dan smartphone di Asia Pasifik begitu bersinar dan menjelma menjadi perangkat utama para penggunanya. Keduanya menjadi perangkat primer menggantikan, PC atau laptop karena ketika mereka memiliki dua atau lebih perangkat tentunya akan mendatangkan kebutuhan lain. International Data Corporation (IDC) baru-baru ini merilis hasil temuannya dalam Client Device Consumer Survey 2014 tentang bagaimana kepedulian masyarakat Asia Pasifik terhadap Smart Mobile Device baik smartphone maupun tablet.smartphone-tablet

Survei pertama yang dilakukan adalah mengenai apa yang menjadi kriteria utama para responden yang mempengaruhi mereka dalam keputusan membeli kedua perangkat pintar ini, selain karena alasan harga. Untuk kategori smartphone, sebanyak 19% responden mempertimbangkan merk dari smartphone tersebut dan 13% responden merasa sistem operasi mejadi kriteria penting bagi mereka sebelum membawa pulang barang tersebut. Sistem operasi tentunya menjadi salah satu alasan utama. Sebanyak 34% responden merasa terganjal oleh sistem operasi dari smartphone terdahulunya. Responden di Korea memiliki pemilihan kriteria yang berbeda yang mempengaruhi mereka dalam membeli smartphone, yaitu desain yang atraktif. Lain halnya di India, Malaysia dan Vietnam, kualitas kamera menjadi pertimbangan utama ketika memilih smartphone.

Untuk kategori tablet, merk adalah kriteria utama yang dipilih 37% responden, disamping ukuran layar menjadi bahan pertimbangan 34% responden ketika mereka memilih tablet. Uniknya, di Singapura hal utama yang menjadi perhatian responden adalah daya tahan baterai, dan responden di Indonesia lebih fokus terhadap konektivitas jaringan yang mempengaruhi mereka dalam mengambil keputusan untuk membeli tablet.

Bagaimana dengan penggunaan kedua perangkat ini? Berdasarkan survei IDC ini, dapat diketahui bahwa 63% responden Asia Pasifik menggunakan smartphone-nya untuk menelepon, dan sebanyak 42% responden menggunakannya untuk ektivitas texting atau perpesanan. Di Indonesia (51%) dan Korea (66%), smartphone digunakan responden untuk berselancar di dunia maya. Selain itu, sebanyak 38% responden di Thailand menggunakan smartphone mereka untuk bersosial media. Fakta lain mengungkap bahwa 27% responden di China menggunakan smartphonenya untuk mengambil gambar dan video. Smartphone layar lebar pun tak luput dari riset ini, dimana didapat hasil bahwa aktivitas utama yang menjadi alasan kuat responden untuk membelinya adalah menonton video (41%) dan bermain game (37%).

Tidak ketinggalan, tablet saat ini sudah mulai merebak di masyarakat. Dari hasil survei dapat dilihat bahwa aktivitas utama yang dilakukan oleh responden di Asia Pasifik melalui tabletnya adalah berselancar di internet (56%) dan bermain game (43%). Sebanyak 41% responden di Singapura menggunakan tabletnya untuk aktivitas email sedangkan di Hongkong (33%), China (40%), dan Taiwan (32%) tablet digunakan untuk menonton video. Tak ayal, tablet menjelma menjadi perangkat yang memiliki banyak manfaat hingga mampu dijadikan sebagai perangkat utama, seperti oleh 44% responden di India dan 53% responden di Vietnam.

Hasil riset lain adalah mengenai waktu penggantian perangkat smartphone dan tablet oleh para penggunanya. Faktanya sebanyak 33% responden mengganti smartphone pada tahun kedua, 61% responden menggantinya dalam dua tahun pertama kepemilikan smartphone. Tablet baru akan diganti dalam dua tahun oleh 42% responden, sedangkan dari survei ini dapat diketahui sebanyak 45% responden membeli tablet pertamanya tahun lalu. Bila dilihat dari hasil temuan survey tahun 2013, sebanyak 50% responden berniat membeli tablet. (M. Rizki Faisal)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)