Survei MasterCard: Masyarakat Indonesia Sadari Pentingnya Menabung

mastercardMasyarakat Indonesia kini lebih menyadari pentingnya menabung untuk persiapan masa depan mereka. Sebanyak 92 persen masyarakat Indonesia menabung lebih banyak atau sama dibandingkan enam bulan lalu. Temuan tersebut merupakan hasil dari survei MasterCard terbaru, MasterCard Survey on Consumer Purchasing Priorities-Money Management. Investasi menjadi alasan terkuat yang mendorong lebih dari separuh masyarakat Indonesia berusaha menabung, disusul oleh alasan-alasan lainnya, seperti persiapan masa pensiun, renovasi rumah, kebutuhan kendaraan (mobil atau motor), dan konsumsi listrik.

Survei tersebut melibatkan 412 responden, di mana 45 persen, atau mayoritas, mengaku menyisihkan 1-10 persen dari total pendapatan mereka untuk ditabung. Sementara 32 persen responden menyisihkan 11-20 persen untuk tabungannya, dan 13 persen responden menyisihkan lebih banyak pendapatannya untuk ditabung, yakni sekitar 21-30 persen dari total pendapatannya. Jika dirata-rata, masyarakat Indonesia menyisihkan 12 persen dari total penghasilannya untuk ditabung.

Dari survei tersebut, MasterCard juga memperoleh temuan mengenai berapa lama mereka dapat bertahan hanya dengan mengandalkan uang tabungan apabila mereka kehilangan sumber pendapatan utama. Ternyata, sebanyak 33 persen dari jumlah responden memprediksi bahwa mereka akan bisa bertahan selama lebih dari enam bulan. Jangka waktu dua bulan dan tiga bulan dipilih oleh persentase responden yang sama, yaitu 15 persen, sebagai waktu terlama mereka dapat bertahan hanya dengan mengandalkan uang tabungannya. Secara umum, masyarakat Indonesia percaya bahwamereka bisa bertahan selama enam bulan hanya dengan mengandalkan uang tabungan saja, bila mereka kehilangan sumber pendapatan utama.

Masa pensiun yang kerap menjadi kekhawatiran dalam hal finansial, juga menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 60 persen responden masyarakat Indonesia yakin dapat pensiun dalam rentang usia 51-60 tahun dengan dukungan finansial yang cukup. Sebesar 25 persen responden cukup optimis untuk memilih usia pensiun yang lebih muda, yakni pada rentang usia di bawah 50 tahun, dan 14 persen responden merasa usia 61-70 tahun merupakan rentang usia yang paling tepat untuk pensiun dengan dukungan finansial yang memadai. Jika dirata-rata, masyarakat Indonesia memilih untuk pensiun di usia 56 tahun, karena merasa telah memiliki dukungan finansial yang cukup untuk masa pensiunnya.

Di dalam survei ini investasi telah menjadi alasan utama mengapa masyarakat Indonesia lebih gemar menabung. Lebih dari separuh responden, yakni sebesar 69 persen, mengaku sangat berhati-hati dalam memilih produk investasi yang paling tepat, dengan melakukan perbandingan terhadap poduk investasi serupa sebelum mengambil keputusan. Jumlah masyarakat yang mengawasi investasi mereka secara rutin juga cukup banyak dan nyaris mendekati separuh dari jumlah keseluruhan responden.

Survei MasterCard ini juga menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia dengan persentase responden sebesar 91 persen mengaku telah memahami dasar pengelolaan uang dalam mengatur keuangan mereka sehari-hari dan mengontrol pengeluaran mereka setiap minggu atau setiap bulannya. Sementara lebih dari seperempat responden (29 persen) mengaku kesulitan menyisihkan uang untuk kebutuhan yang membutuhkan biaya besar, dan hampir seperempat di antaranya (23 persen) kesulitan dalam mengatur tagihan mereka.

Survei juga mengungkapkan, bantuan aplikasi mobile dalam mengatur keuangan belum banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Hanya 5 persen dari jumlah total responden menggunakan mobile application untuk mengatur keuangannya. Meskipun demikian, hampir seperempat dari responden (22 persen) mengaku akan mempertimbangkan penggunaan mobile application untuk mengelola keuangan mereka kedepannya.

Irni Palar, Country Manager MasterCard Indonesia, menyatakan, “Hasil survei Consumer Purchasing Priorities untuk H1 2013 kembali menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia telah memahami pentingnya menabung untuk kelangsungan hidup di masa depan. Melihat tingginya persentase masyarakat yang secara sadar mulai gemar menabung, MasterCard percaya bahwa masyarakat Indonesia akan memiliki kehidupan yang lebih baik di masa-masa mendatang, dan hal ini pada gilirannya juga akan mempercepat terwujudnya pemerataan kesejahteraan di Tanah Air.”

Selain itu, MasterCard juga melakukan penilaian terhadap hal-hal yang akan dihemat atau dikurangi biayanya oleh para responden jika pendapatan rutin mereka mengalami penurunan sebesar 15 persen. Para responden memilih mengurangi makan di luar rumah sebagai prioritas penghematan yang pertama. Penghematan kedua yang dipilih adalah mengurangi dana yang disisihkan secara rutin untuk ditabung. Dan upaya penghematan terbanyak ketiga ialah memotong biaya liburan domestik.

Sebaliknya, survei pun mengungkapkan hal-hal yang akan dilakukan oleh responden jika mereka mendapatkan bonus lebih dari pendapatan rutin mereka. Hasilnya, lebih dari separuh responden memilih menabung uang bonus tersebut. Pilihan kedua ialah menggunakannya untuk biaya pendidikan anak. Dan ketiga adalah menggunakan uang bonus tersebut untuk biaya renovasi rumah.

Sebagai informasi, MasterCard Survey on Consumer Purchasing Priorities dirilis dua kali dalam setahun. Tujuannya untuk menunjukkan prioritas belanja konsumen, termasuk pendidikan, perjalanan, makan dan hiburan, manajemen keuangan, dan konsumsi barang mewah di 14 pasar di Asia Pasifik. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)