Survei Nielsen: Mobil, Simbol Status Bagi Konsumen Indonesia

Meskipun kepemilikan mobil di Indonesia termasuk yang terendah di dunia 46% (terendah ke-6 dalam skala global), namun konsumen Indonesia memiliki keinginan kuat untuk membeli kendaraan itu dalam dua tahun ke depan. Demikian salah satu kesimpulan dari hasil survei Nielsen bertajuk “Unleashing The Automotive Demand” yang dirilis di Jakarta baru-baru ini.

Survei yang dilakukan secara online ini melibatkan 30.244 responden pengguna internet di 60 negara. Di Indonesia survei ini dilakukan terhadap 503 pengguna internet 66% pria dan sisanya wanita,” jelas Anil Antony, Executive Director Consumer Insights Nielsen Indonesia.

Bagi masyarakat online Indonesia mobil sudah menjadi satu kebutuhan tersendiri. Perkembangan kelas menengah di Indonesia mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan roda empat. Dulu masyarakat menilai memiliki mobil adalah sebuah impiah yang sangat jauh terealisasi. Memiliki mobil adalah aspirasi, namun saat ini memiliki mobil sendiri tidak lagi sulit diwujudkan.

IIMS2012

Kondisi transportasi publik yang kurang nyaman di Indonesia turut mendukung meningkatnya keinginan tersebut. Hasil survei ini memastikan bahwa masyarakat kelas menengah bila memiliki kesempatan pasti membeli mobil baru, mengupgrade atau menambah mobil yang telah dimiliki.

Walau demikian, para pengendara motor tidak serta merta langsung membeli mobil. Mereka masih memikirkan tempat parkir di rumah, biaya perawatan, bensin, dan sebagainya.

Tingkat kepercayaan konsumen Indonesia termasuk yang tinggi di dunia di angka 120-an (batas psikologis adalah 100). Selama masyarakat merasa kondisi ekonomi dan politik Indonesia kondusif maka keinginan untuk membeli mobil tidak urung. Apalagi pemilihan umum kemarin berlangsung dengan aman dan damai.

Nilai tukar Rupiah yang masih tinggi di kisaran Rp11 ribu/US$ juga tidak memengaruhi permintaan terhadap kendaraan roda empat. Selama pabrikan memberikan penawaran yang masuk akan dan dinilai sebagai affordable.

Bagi responden fungsi mobil yang utama adalah sebagai mana adanya yaitu mengantarkan pengguna ke tempat tujuan. Tetapi terungkap juga 67% responden mengatakan bahwa mobil yang dimiliki merupakan simbol kesuksesan. Dan 93% menyatakan malu tidak memiliki mobil.

Beberapa faktor pendorong tingginya permintaan mobil di Tanah Air.

Dari sekian banyak jenis mobil, pasar yang terbesar adalah segmen Low MPV. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia adalah family oriented dan menyukai mobil yang dapat digunakan untuk semua keperluan. Tingginya permintaan di segmen ini mebuat hampir semua pabrikan otomotif turut bermain di segmen ini. Bukan cuma mobil merek Asia yang berkembang di Indonesia tetapi mobil Eropa dan Amerika juga.

Masuknya mobil LCGC membuat permintaan mobil semakin tinggi. Tetapi perlu diperhatikan, bagi masyarakat Jakarta LCGC bukan pilihan utama melainkan akan menjadi mobil kedua atau ketiga. Buat masyarakat Jakarta simbol status sangat penting sehingga buat first buyer car LCGC tidak masuk kriteria. (EVA)

Leave a Reply

2 thoughts on “Survei Nielsen: Mobil, Simbol Status Bagi Konsumen Indonesia”

Dear Ibu Asri Rejeki, Artikel yang termuat di SWA Online merupakan liputan. Sehubungan dengan itu, ada baiknya Ibu dapat langsung menghubungi Nielsen Indonesia untuk mendapatkan hasil surveinya. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Salam, Corporate and Marketing Communications SWA
by Agung Setiyo Wibowo, 22 Sep 2014, 09:11
Selamat pagi Perkenalkan nama saya Dra. Asri Rejeki, MM, saat ini saya sedang menempuh studi S3. Saya membutuhkan data dan artikel lengkap tentang "Mobil, simbol status konsumen Indonesia". Apakah saya dapat memperoleh hasil penelitiannya ? Terima kasih atas perhatiannya. Hormat saya, Dra. Asri Rejeki, Mm
by Asri Rejeki, 18 Sep 2014, 11:07

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)