Survei: Warga Indonesia Paling Bahagia di Dunia

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Ipsos, perusahaan riset global, warga Indonesia merasakan kebahagiaan paling besar dibandingkan warga negara lain di dunia. Sekitar 51% responden mengaku ‘sangat bahagia’. Rasio ini bahkan mencapai 92% bila digabungkan dengan responden yang menyatakan bahwa mereka ‘cukup bahagia’.

Sebagai perbandingan 22% dari warga di 24 negara umumnya mengatakan mereka ‘sangat bahagia’dengan hidup mereka, dan delapan dari sepuluh warga (77%) menyatakan mereka ‘bahagia’. Sebuah tolak ukur yang mengidentifikasi kedalaman komparatif dan intensitas kebahagiaan antar warga negara di dunia.

18.687 orang dewasa berpartisipasi dalam jajak pendapat ini yang di lakukan dari 1 November hingga 15 November 2011. Salah satu hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa mereka yang sudah menikah (26%) merasa ‘sangat bahagia’, dan tampaknya menjadi kelompok paling bahagia bila dibandingkan dengan semua kelompok demografis lainnya, terutama mereka yang belum menikah (18% ).

Bahkan jika dibandingkan dengan hasil jajak pendapat yang sebelumnya, ketika responden diminta untuk mempertimbangkan segala aspek. Didapati kondisi bahwa meskipun saat ini terjadi krisis keuangan global dan konflik, responden menilai dunia dimasa ini sebagai tempat yang lebih menyenangkan daripada dimasa sebelumnya. Adapun  pada hasil jajak pendapat sebelumnya di tahun 2007, 20% dari respondent menyatakan bahwa mereka ‘sangat bahagia ‘- dua point lebih rendah dari rata-rata hasil  jajak pendapat tahun 2011.

Selain warga yang telah menikah, secara demografis tidak ada perbedaan statistik dalam kebahagiaan berdasarkan jenis kelamin (22%) tetapi warga yang berusia di bawah 35 tahun (25%) menyatakan bahwa mereka ‘sangat bahagia’ daripada warga yang berusia di antara 35-49 tahun (20%) dan warga yang berusia diantara 50-64 tahun (19%) di 24 negara yang kami survei. Sosial ekonomi juga memainkan peran penting dimana warga yang memiliki pendidikan tinggi (25%) dan warga yang memiliki pendapatan rumah tangga yang tinggi (24%) menyatakan bahwa mereka ‘sangat bahagia”.

Dalam skala regional, Amerika Latin memiliki proporsi terbesar dari warganya yang menyatakan bahwa mereka ‘sangat senang ‘, dengan sepertiga (32%) dari populasinya. Disusul oleh Amerika Utara dengan 27%, kemudian berikutnya oleh Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika dengan 24%.Adapun hanya 1 dari 6 (15%) warga di Eropa menyatakan bahwa mereka “Sangat Bahagia”.

Sedangkan jika dilihat per skala nasional, Warga Indonesia menjadi warga terbahagia dari 24 negara yang kami survey dengan 51% dari warganya menyatakan mereka’sangat bahagia’. Diikuti oleh India dan Meksiko dengan 43%, Brazil dan Turki dengan 30%, Australia dan Amerika Serikat dengan 28%. Disisi lain, beberapa negara hanya sedikit warganya yang  menyatakan mereka ‘sangat bahagia’. Seperti pada Italy dengan 13%, Spanyol 11%, Hunggaria 6%, Korea Selatan (7%) dan Russia (8%).

Ipsos memulai tracking happiness di 24 negara dari tahun 2007, tracking di lakukan 2 kali dalam setahun. Sampai akhirnya pada Maret 2010 survey di lakukan setiap bulan. Adapun dalam tracking yang berkelanjutan ini yang dilakukan dari April 2007 sampai Oktober 2011, guna mencari jawaban atas pertanyaan: Apakah kita pada saat ini lebih bahagia dari masa sebelumnya?

Secara keseluruhan, dunia adalah tempat yang bahagia. Pada tahun 2007, 20% dari populasi global menyatakan bahwa mereka “sangat bahagia”, dan prosentase tersebut naik menjadi 22% pada tahun 2011. Adapun kisaran prosentase tersebut  mencapai point tertinggi pada bulan Maret dan April 2010 yaitu 26%.

Dalam mengukur kelompok “sangat bahagia”, perbaikan terbesar ditemukan di Turki – dimana tingkat kebahagiaan warganya naik 16 poin sejak 2007.  Diikuti oleh Meksiko dengan kenaikan sampai 10 poin, Australia (naik 7 poin), Jepang (naik 6 poin), India dan Kanada (masing-masing naik 5 poin).

Dari 24 negara yang diukur, hanya 9 negara yang warganya mengalami peningkatan intensitas kebahagiaan. Sedangkan 13 negara lainnya mengalami penurunan intensitas kebahagiaan dan dua negara mengalami stagnan. Adapun Negara-negara yang mengalami penurunan terbesar dalam intensitas kebahagiaan adalah Brazil (turun 9 poin) diikuti oleh Indonesia (turun 7 poin), Rusia (turun 6 poin) dan Afrika Selatan (turun 5 poin).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)