Tiga Tips Sukses Dunia Mobile Ala Facebook

Sudah menjadi rahasia umum bahwa perkembangan dunia mobile di Indonesia sangat pesat. Berdasarkan data dari eMarketer di 2016, diperkirakan akan ada 65,2 juta orang Indonesia yang akan menggunakan ponsel pintar mereka dan penertrasi mobile hingga 40% sampai akhir tahun ini. Sebanyak 48% orang Indonesia menggunakan ponsel pintarnya untuk beberlanja. Hal ini tentu membuat bisnis-bisnis di Indonesia tumbuh. Pertumbuhan penjual retail e-commerce naik 64%. Uniknya, penjualan fesyen pun ikut tumbuh 47% karena diperngaruhi oleh interaksi digital.

facebook

“Dengan laju perkembangan mobile yang sangat pesat di Indonesia, bisnis harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap strategi bisnis yang dapat menjangkau orang pada setiap langkah perjalanan belanja. Kami berkomitmen untuk membantu bisnis berkembang dan menjangkau lebih dari 88 juta pengguna Facebook di Indonesia. Baik itu dalam hal membangun brand, menghasilkan permintaan, mendorong penjualan, kami berfokus untuk membantu bisnis memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kampanye terintegrasi di TV dan Facebook,” ujar Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Facebook, rata-rata konsumen membutuhkan waktu 3,5 hari untuk meriset mengenai fesyen yang ia inginginkan dan akan mengambil keputusan untuk membeli dalam waktu 2,9 hari. Lalu, untuk produk elektronik, konsumen membutuhkan waktu 4,6 hari untuk meriset mengenai produk elektronik yang ia inginkan seperti spesifikasi, keunggulan, dan lain-lain. Dibutuhan wkatu 3,8 hari bagi konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli produk-produk elektronik. Kemudian, konsumen hanya membetuhkan waktu 3,1 hari untuk melakukan riset tentang produk-produk kecantikan dan akan melakukan keputusan pembelian dalam waktu 2,8 hari.

Ada 3 tips yang diberikan oleh Widowati untuk memenangkan dunia mobile. Pertama, berada di tengah konsumen. Ditengah pesatnya dunia mobile, marketer lebih baik memfokuskan diri ke dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan dunia mobile. Berdasarkan hasil riset eMarketer, rata-rata penguna ponsel pintar mengundur 10 aplikasi setiap bulannya. Kedua, membuat cara komunikasi yang bisa menghentikan ibu jari. Ketiga, ukur nilai bisnis. “Dalam era mobile ini, ibu jari memiliki kuasa tertinggi untuk berhenti scrolling. Jika tidak membuat kampanye yang menarik, maka kampanye tidak akan dilirik dan konsumen akan terus scrolling ke hal-hal yang lain. Untuk itu, marketer harus membuat kampanye yang bisa mendapatkan perhatian konsumen dan membuat ibu jari berhenti scrolling,” jelasnya.

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)