Cara Asuransi Generali Kelola Talent Terbaiknya

Performance & Reward Management Head PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, Syanti Wihartini Dewi.

Menjadi salah satu pemain dalam industri asuransi jiwa di Indonesia, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) berusaha memberikan performa yang terbaik. Tidak hanya bisnis yang menjadi konsentrasinya, sumber daya manusia tak luput menjadi perhatian.

Generali berusaha membentuk image bagi calon SDM-nya dengan menjalankan rekrutmen secara terstruktur, efisien, dan konsisten. Keseluruhan proses new hire disajikan secara transparan ke publik melalui social media seperti LinkedIn, agar para calon karyawanya dapat mengetahui alur proses rekrutmen yang dilakukan Generali. Skema Employee Referral Program diciptakan Generali untuk karyawan agar dapat merekomendasikan orang lain sebagai calon pekerja. Melalui program ini karyawan akan mendapatkan insentif jika pekerja yang mereka rekomendasikan telah melalui masa probation.

Menurut Performance & Reward Management Head PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, Syanti Wihartini Dewi, Generali sengaja memaksimalkan penggunaan social media LinkedIn guna pendekatan dengan kandidat. “Hal ini terbukti dapat menghemat anggaran rekrutmen sebesar 20% dalam setahun. Tiap tahun Generali berhasil mendapatkan 3 posisi strategis di level manajemen yang diakukan melalui pendekatan personal di LinkedIn,” ungkapnya.

Pengoptimalan social media LinkedIn yang dilakukan Generali membuahkan hasil dengan menerima banyak aplikasi dari profesional yang berdomisili di luar Indonesia. Untuk itu, Generali terpilih sebagai Top 2 Southeast Asia Finalist dalam kompetisi ‘Bring Your Employer Brand to Life’ yang digagas LinkedIn Februari lalu. Selain itu, Generali memberikan prioritas kepada mahasiswa yang pernah magang dan telah lulus kuliah serta memiliki performa yang baik untuk menjadi karyawannya.

Dari sisi offering kandidat karyawan, Genarali melihat bagaimana potensi dan spesifikasinya. “Kami menganalisa apa yang akan kami tawarkan melalui tools tertentu, seperti benchmarking, kapasitas & kemampuan, salary stucture, dan global grade system. Dari situ kami dapat menentukan yang akan kami tawarkan agar sesuai dengan kapasitas dan fungsi kerjanya,” jelas Syanti. Hal ini bertujuan untuk menyasar talent-talent yang tepat tanpa membuang waktu dan meminimalisir pekerjaan yang berulang.

Selain performance based, konsep pendistribusian total reward di Generali juga dirancang seefektif mungkin menyesuaikan kebutuhan dan harapan karyawan. Tujuannya, agar karyawan mendapatkan kepuasan kerja sehingga dapat berkomitmen tinggi kepada perusahaan. Cara ini juga berfungsi untuk memotivasi mereka agar berkontribusi yang terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan. Generali merupakan The Competitive Payer for Performer diantara perusahaan asuransi jiwa lainnya. Konsep ini menjadikan tingkat turn over karyawan lebih rendah dibanding kompetitor.

Tantangan yang dihadapi Generali saat ini adalah bagaimana para leader Generali dapat mencari penerusnya sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Problem ini telah menjadi isu tersendiri bebrapa tahun belakangan sejak diterapkannya strategi dari Generali Group untuk mengembangkan leader dari dalam. Kebutuhan talent pool inilah yang menginisiatif program Talent & Development sejak tahun 2016 untuk level CEO-1 dan beberapa orang pada level CEO-2.

“Prosesnya tidak singkat, dari program ini kami telah berhasil mendapatkan leaders yang tidak hanya skala Indonesia tapi juga memenuhi standar dan kualitas leader di Asia,” ungkapnya. Sejak saat itu, Generali rutin mengadakan Leadership Enchancement and Acceleration Program (LEAP) untuk mengembangkan talent yang berpotensi menjadi calon leader berikutnya. Perusahaan asuransi asal Italia ini juga berhasil memenangkan kompetisi HR Excellent 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA & FEUI.

Menciptakan suasana kantor yang nyaman sengaja dilakukan Generali dengan menata office space yang merepresentasikan keterbukaan komunikasi, dimana tidak ada sekat antar bagian. Berbagai fasilitas juga diberikan sebagai employee value preposition (EVP) dan merupakan salah satu cara untuk membangun komunikasi antar karyawan yang sesuai dengan value Generali, Be open. Kegiatan Early Morning People sebagai salah satu cara sharing inspirasi dengan leader diciptakan untuk para karyawan. Selain itu, Generali juga turut mengundang future potential employee yaitu teman-teman mahasiswa untuk bisa melihat cara kerja karyawan Generali melalui company visit.

Dalam membangun talent engagement, Generali memiliki dua cara, yakni secara horizontal dan vertikal. Untuk yang sifatnya vertikal, dapat berupa penugasan maupun komunikasi informal. Sedangkan cara horizontal, melibatkan Generali Clubs sebagai sebuah sarana untuk pemberdaan karyawan melalui kegiatan keluarga dan lain-lain. Dari semua yang telah dijalankan hal ini terbukti efektif melalui tingginya nilai engagement survey pada  2017 sebesar 93%, atau  meningkat dari 2 tahun sebelumnya, yakni sebesar 92%.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)