Cara Bisnis Dwidayatour Bertahan di Era yang Berubah

Direktur Utama PT Dwidaya Worldwide (Dwidayatour), Eric Tjetjep.

Optimisme PT Dwidaya Worldwide (Dwidayatour) di tahun 2018 sejalan dengan keoptimisan pemerintah pada pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang diprediksi pada kisaran angka 5,2-5,4%. Salah satu perusahaan travel agent di Indonesia ini merancang strategi untuk mempersiapkan diri tumbuh lebih baik.

Menurut Direktur Utama PT Dwidaya Worldwide (Dwidayatour), Eric Tjetjep, pihaknya berusaha mempersiapkan SDM yang adaptif dengan memahami costumer behavior dan juga tren yang ada. “SDM Dwidayatour yang berhadapan dengan konsumen, harus bisa memberikan pengalaman yang exciting sesuai dengan visi kami sekaligus sebagai travel consultant. Salah satunya juga mempersiapkan talent pool yang diprioritaskan menjadi leader kami dari internal,” ungkapnya.

Inovasi juga menjadi startegi dalam menjalankan operasional dalam kompetisi di era sekarang. Pengembangan teknologi yang dilakukan Dwidayatour sekaligus upaya melakukan efisiensi dan efektifitas dalam bisnisnya. “Dwidayatour juga mendekatkan ke konsumen dengan teknologi internet yang ada untuk memunculkan first time traveler atau repeater traveler," ungkapnya.

Kondisi ketidakpastian yang sering menghampiri binis travel ini dihadapi Dwidayatour dengan terus bertransformasi, menggali kebutuhan insight para traveler, dan menghadirkan sesuatu yang menyegarkan bagi konsumen. Menghadirkan produk-produk wisata baru dan unik seperti wisata disertai fotografer pribadi atau berwisata di resort senantiasa dihadirkan untuk menciptakan tren. “Kami menggandeng Sweet Escape yang menyediakan jasa fotografi liburan. Paket fotografi ini bisa didapatkan di jaringan cabang Dwidayatour mulai semester 1 tahun ini,” tambahnya.

Strategi bisnis yang dijalankan di 2018 dalam aspek pemasaran dengan mencoba berkolaborasi dengan industri lain untuk menghadirkan experience dan nilai lebih. Dari aspek operasional tetap fokus pada inovasi layanan digital yang user friendly dan mengembangkan teknologi yang diciptakan yaitu DSP (Dwidayatour Single Platform). DSP sebagai sistem yang memberikan layanan secara instan dan real-time.

Tahun 2018 investasi capex Dwidayatour akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan offline di Jabodetabek dan luar Jabotabek. Untuk online channel tetap akan difokuskan dengan menghadirkan produk travel seperti cruise, resort, umroh dan attraction. Selain itu pengembangan teknologi akan mendapatkan porsi besar dalam investasi capex tahun ini, melihat adanya disrupsi dalam dunia bisnis. Target pertumbuhan bisnis di tahun 2018 yang ingin dicapai Dwidayatour adalah 30%.

Reportase: Yosa Maulana
www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)